2 Unsur Ekstrinsik Teks Cerita Sejarah

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unsur ekstrinsik teks cerita sejarah memengaruhi cara cerita di sampaikan. Teks cerita sejarah sendiri merupakan salah satu teks naratif yang menceritakan kejadian di masa lampau berdasarkan fakta atau kisah nyata.
Cerita sejarah tidak hanya mengandung unsur intrinsic, tetapi juga unsur ekstrensiknya terhadap yang diceritakan. Unsur ini berperan penting dalam membentuk persepsi dan nilai yang terkandung dalam teks.
Unsur Ekstrinsik Teks Cerita Sejarah
Menurut buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII, Tim Ganesha Operation (2018:21), adapun nilai-nilai dalam teks cerita sejarah dapat diketahui dari unsur-unsur ekstrinsik, yaitu nilai kepahlawanan dan nilai moral. Berikut penjelasan mengenai unsur ekstrinsik teks cerita sejarah.
1. Nilai Kepahlawanan
Nilai kepahlawanan merupakan nilai yang menonjolkan sikap berani, rela berkorban, dan semangat memperjuangkah kebenaran yang dicontohkan oleh tokoh dalam cerita sejarah, Tokoh-tokoh pahlawan dalam cerita sejarah menunjukan sikap pantang menyerah dan rela mengorbankan dirinya demi bangsa, negara, atau keyakinan yang dibela.
Fungsi nilai kepahlawanan menginspirasi penbaca untuk memiliki sikap berani dalam menghadapi rintangan, menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotrisme, serta mengingatkan pada pembaca akan jasa-jasa para pahlawan dalam memperjuangkan hak dan kebenaran.
Contoh:
Dalam cerita sejarah mengenai Pangeran Diponegoro, dapat dinilai kepahlawanan dari keberaniannya melawan penjajah Belanda demi mempertahankan tanah dan kehormatan rakyat Jawa. Kisah ini mengajarkan untuk berani dan teguh dalam menghadapi tantangan yang sulit.
2. Nilai Moral
Nilai moral berkaitan dengan perilaku dan prinsip yang mencerminkan kebaikan, kejujuran, dan kesadaran akan benar dan salah. Nilai moral mengajarkan pembaca untuk mengembangkan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari dengan mengikuti contoh dari perilaku tokoh-tokoh dalam cerita sejarah.
Fungsi nilai moral dalam teks sejarah untuk mengajarkan pembaca membedakan mana yang baik dan buru, memberikan contoh tentang pentingnya prinsip dan integritas dalam menghadapi tekanan sosial, serta menumbuhkan rasa empati dan menghargai perjuangan orang lain.
Contoh:
Dalam cerita Raden Ajeng Kartini, dapat ditemukan nilai moral berupa ktulusan hati untuk memperjuangkan hak-hak Perempuan dalam memperoleh pendidikan. Kartini menunjukan keberanian moral dengan memperjuangkan kesetaraan, meski dirinya menghadapi banyak penolakan dari lingkungan sekitarnya.
Demikian unsur ekstrinsik teks cerita sejarah yang dapat diketahui. Dengan memahami nilai kepahlawanan dan nilai moral dalam teks cerita sejarah, dapat diambil banyak pelajaran hidup dari tokoh dan peristiwa masa lalu. (DIA)
Baca Juga: 3 Contoh Unsur Ekstrinsik dalam Cerpen
