2 Unsur Teater Kontemporer dan Jenis-jenisnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teater kontemporer biasa juga disebut dengan teater modern yang mempunyai pertunjukkan kekinian mengenai relitas dan isu terkini. Untuk dapat menampilkan pertunjukkan yang bagus, perlunya memahami unsur teater kontemporer.
Unsur di dalamnya sebagai penunjang tercapainya keberhasilan dalam pementasan. Contohnya yaitu unsur internal. Dalam unsur internal terdapat komponen penting seperti naskah dan pemain.
Unsur Teater Kontemporer
Mengutip dari buku Pembudayaan Literasi Seni di SD, Manasurdin (2020:65), unsur teater kontemporer secara umum terbagi menjadi 2 unsur, yaitu unsur internal dan unsur eksternal. Unsur yang terkandung tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh.
Satu kesatuan tersebut antara manusia yang menjadi unsur utamanya dengan unsur penunjang lainnya. Agar lebih memahami mengenai kedua unsur tersebut, berikut adalah penjelasan unsur internal dan eksternal dalam teater kontemporer.
1. Unsur Internal
Unsur internal menjadi aspek penting yang berhubungan dengan keberhasilan pementasan sebuah teater. Dapat dikatakan unsur tersebut menjadi inti dari pementasan. Adapun komponen dari unsur internal sebagai berikut.
Naskah atau lakon merupakan susunan peristiwa atau kisah yang akan dibawakan pada sebuah pertunjukkan teater. Bentuk dari lakon berupa tragedi, komedi, atau melodrama. Dalam naskah atau lakon terdapat alur, tema, tokoh, setting, dan sudut pandang.
Pemain atau Aktor merupakan pelaku yang melakukan akting berdialog untuk memainkan dari naskah suatu pertunjukkan. Sebagai pemain harus memerhatikan gerak tubuhnya, suara, dan penghayatan.
Sutradara berperan menjadi koordinator dalam sebuah pertunjukkan, yang mempunyai tugas mengarahkan para pemain dan ikut membedah naskah untuk dapat mengembangkannya. Seorang sutradara disebut juga dengan man in charge.
Pentas adalah tempat suatu pertunjukkan digelar, yang berfungsi untuk menunjang dalam membangun suasana. Dalam pentas atau panggung terdapat komponen pembentuknya, seperti tata lampu dan properti.
2. Unsur Eksternal
Unsur eksternal merupakan elemen pembentuk yang berhubungan dengan kebutuhan di belakang layar. Komponen dari unsur eksternal di antaranya, yaitu
Staf produksi dapat berbentuk tim ataupun individul. Fungsinya untuk melakukan persiapan petugas pada pertunjukkan atau hal lain yang berhubungan dengan keberhasilan pementasan. Selain itu juga mengatur anggaran biaya, program kerja, dan fasilitas.
Stage manager mempunyai tanggung jawab dalam memastikan yang berhubungan dengan panggung. Selain itu, juga membantu sutradara dalam memastikan pentas atau panggung berfungsi baik dalam menunjang pertunjukannya.
Desainer mempunyai tanggung jawab dalam memberikan dukungan dari segi estetika visual dan berhubungan dengan kebutuhan pertunjukkan. Serta bertugas untuk merancang dan membuat kostum, properti, sampai tata rias pemain.
Jenis-Jenis Teater Kontemporer
Terdapat berbagai jenis teater kontemporer yang sudah berkembang sampai saat ini. Di mana setiap jenisnya mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis teater kontemporer yang perlu diketahui.
Teater verbatim diambil dari cerita nyata berdasarkan wawancara dengan orang yang terlibat pada kejadiannya. Tujuan dari teater tersebut untuk memberikan narasi otentik mengenai peristiwa yang relevan dan dapat menarik perasaan dari penonton.
Teater fisik memfokuskan gerakan tubuh serta ekspresi nonverbalnya yang menjadi alat utama pada pementasan cerita. di mana aktornya akan menggabungkan teknik pantomim, tari, dan olahraga teater. Sehingga tercipta pertunjukkan yang unik dan menakjubkan.
Teater immersif akan melibatkan penonton secara aktif dalam pertunjukannya. Di mana penonton dapat melakukan interaksi secara langsung dengan pemain, agar dapat merasakan suasana yang mendalam.
Baca Juga: Jenis-jenis Pertunjukan Teater Tradisional beserta Cirinya
Unsur teater kontemporer terdiri atas unsur internal dan eksternal. Di mana dua unsur ini perlu ada kolaborasi agar pementasannya bisa berjalan dengan baik.
(PAM)
