Konten dari Pengguna

2 Variasi dan Kombinasi Teknik Dasar Gerak Peluru dalam Tolak Peluru

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi variasi dan kombinasi teknik dasar gerak peluru. Sumber: pexels.com/Boom.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi variasi dan kombinasi teknik dasar gerak peluru. Sumber: pexels.com/Boom.

Variasi dan kombinasi teknik dasar gerak peluru merupakan gambaran bahwa tolak peluru itu tidak sekadar menolak. Variasi tersebut dipilih berdasarkan kenyamanan atlet dan energi maksimal yang bisa dikeluarkan.

Variasi mana pun yang dipilih, tujuan utamanya adalah menghasilkan jarak tolakan terjauh. Untuk itu, variasi-variasi tersebut memiliki beberapa perbedaan teknik dasar.

Variasi dan Kombinasi Teknik Dasar Gerak Peluru

Ilustrasi variasi dan kombinasi teknik dasar gerak peluru. Sumber: pexels.com/Boom.

Dikutip dari Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SMA/SMK/MA dan Sederajat Kelas XI, Nur Hasyim dan Kawan-kawan (2022:39), ada 2 variasi dan kombinasi teknik dasar gerak peluru yang perlu diketahui, yaitu sebagai berikut.

1. Gaya Ortodoks atau Menyamping

Gaya Ortodoks disebut juga gaya tolak peluru menyamping karena memiliki ciri khas menggunakan awalan dari arah samping tolakan. Berikut adalah teknik dasar gaya Ortodoks tersebut.

  1. Sikap permulaan.

    Gaya ini dimulai dengan membuka lebar kedua kaki. Peluru ditempelkan di antara tulang rahang dan selangka siku menggunakan tangan kanan. Siku mengarah ke bawah. Bahu kiri menghadap ke arah ke samping ke arah sasaran.

  2. Gerak tolakan.

    Jika peluru dipegang tangan kanan, maka dahului gerakan dengan kaki kiri di belakang lalu melompat 2-3 kali ke arah sudut tolakan. Lalu berjingkrak serendah-rendahnya dan mendarat dengan kaki kanan dulu.

    Setelah kaki kiri mendarat, tekuk lutut kaki kanan. Luruskan tangan ke arah tolakan, lalu lepaskan pelurunya.

  3. Sikap akhir.

    Kaki kanan melangkah pendek. Kaki kiri diayunkan pendek ke belakang untuk membuat keseimbangan, diikuti gerakan lengan.

2. Gaya Pat O'Brien atau Membelakang

Gaya ini dipopulerkan oleh Willam Patrick "Parry" O'Brien, atlet legendaris Amerika Serikat yang merajai cabang olahraga tolak peluru dari tahun 1950-an hingga 1960-an. Berikut adalah teknik dasar gaya Pat O'Brien tersebut.

  1. Sikap awal.

    Peluruh diletakkan di antara bahu dan dagu. Kaki kanan diletakkan di depan batas belakang lingkaran. Kaki kiri dibuka selebar badan dan segaris arah lingkaran.

    Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah area lemparan. Ketika mendarat, badan condong ke kanan dan bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri.

  2. Cara menolak peluru.

    Dari sikap awal di atas langsung diikuti gerakan penolakan peluru. Dorongan pada penolakan harus segaris dengan sudut lemparan 40°.

  3. Sikap akhir.

    Sikap akhir sama dengan gaya Ortodoks, yaitu kaki kanan melangkah pendek. Kaki kiri diayunkan pendek ke belakang untuk membuat keseimbangan, diikuti gerakan lengan.

Baca juga: Mengenal Bentuk Lapangan Tolak Peluru, Ukuran, dan Panduan Penting Lainnya

Itulah variasi dan kombinasi teknik dasar gerak peluru yang sering digunakan. Meski gaya merupakan pilihan tapi teknik dasar harus diketahui untuk menghindari cedera. (lus)