Konten dari Pengguna

Pengertian Konflik, Penyebab, dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian konflik - Sumber: pixabay.com/tumisu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian konflik - Sumber: pixabay.com/tumisu

Mungkin masih ada sebagian orang yang belum paham pengertian konflik, meskipun mengetahui contohnya. Dalam kehidupan sehari-hari, konflik memang sering terjadi. Ini terjadi karena manusia sebagai makhluk sosial yang cenderung berinteraksi satu sama lain.

Dari interaksi itulah, konflik bisa muncul. Tepatnya saat ada beberapa hal yang tidak sesuai dari interaksi yang terjadi. Sehingga menyebabkan adanya pertentangan antara satu pihak dan lainnya.

Mengenal Pengertian Konflik

Ilustrasi pengertian konflik - Sumber: pixabay.com/geralt

Berdasarkan buku Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat, Bagja Waluya, 2007, pengertian konflik adalah suatu proses sosial saat salah satu pihak bertentangan pihak lain hingga menyebabkan adanya kerugian di salah satu pihak.

Bisa juga diartikan sebagai ketidaksetujuan atau pertentangan antara dua atau lebih pihak yang memiliki kepentingan, tujuan, atau nilai yang berbeda. Konflik merupakan fenomena yang umum terjadi dalam kehidupan, baik skala pribadi maupun kelompok.

Masalah ini dapat timbul antara individu dan individu, individu dan kelompok, atau antar kelompok. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya konflik antara lain adalah:

  1. Adanya perbedaan nilai, tujuan, dan kepentingan yang bertentangan satu sama lain pada seseorang atau kelompok.

  2. Terdapat persaingan untuk sumber daya yang terbatas seperti uang, waktu, atau kekuasaan dapat menjadi pemicu konflik.

  3. Salah pengertian, kekurangjelasan, atau kegagalan dalam berkomunikasi yang dapat menyebabkan ketidakpahaman.

  4. Ketidaksetaraan dalam kekuasaan, hak, atau perlakuan yang dapat menyebabkan perasaan ketidakpuasan.

  5. Perbedaan budaya, agama, atau latar belakang yang memunculkan ketidakpahaman atau ketidaksetujuan terhadap norma dan nilai yang berbeda.

  6. Persaingan untuk mencapai tujuan yang sama atau persaingan antarindividu atau kelompok dapat menyulut konflik.

Contoh Konflik yang Sering Terjadi

Ilustrasi pengertian konflik - Sumber: pixabay.com/dariuszsankowski

Berikut adalah beberapa contoh konflik yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

1. Konflik Keluarga

Misalnya, konflik antara orangtua dan anak mengenai aturan rumah tangga atau nilai-nilai keluarga.

2. Konflik di Pekerjaan

Perselisihan antara rekan kerja atau atasan dan bawahan mengenai tanggung jawab, pengakuan, atau cara kerja.

3. Konflik Antaretnis

Konflik yang timbul karena perbedaan etnis, agama, atau budaya yang dapat memicu ketidaksetujuan atau bahkan konflik berskala lebih besar.

4. Konflik Sosial

Konflik yang timbul dalam masyarakat terkait isu-isu seperti ketidaksetaraan, hak asasi manusia, atau kebijakan pemerintah.

5. Konflik Internasional

Konflik antara negara-negara yang dapat disebabkan oleh persaingan kepentingan politik, ekonomi, atau wilayah.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Konflik dalam Masyarakat Beragam

Meskipun pengertian konflik cenderung diartikan sebagai hal yang negatif, tapi bisa juga menimbulkan hal positif. Konflik dapat menghasilkan perubahan positif jika dikelola dengan baik. Bisa melalui dialog, negosiasi, dan pemahaman yang baik antara pihak yang terlibat. (DNR)