Konten dari Pengguna

3 Contoh Tembang Sinom dalam Karya Sastra Jawa

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 3 contoh tembang sinom. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 3 contoh tembang sinom. Sumber: www.unsplash.com

Sastra Jawa dikenal mengandung kekayaan seni yang mendalam, seperti tembang macapat dengan turunannya yaitu tembang sinom. Ada beberapa contoh tembang sinom dengan bait yang memiliki arti dan makna dalam yang dapat dijadikan pedoman hidup.

Menurut buku Fisafat Ku, Wafa Aldawamy, (2020:57), tembang sinom berarti daun yang muda. Tembang sinom menggambarkan kehidupan manusia dari masa anak-anak hingga remaja yang penuh harapan dan angan-angan serta mencari ilmu untuk mewujudkannya.

3 Contoh Tembang Sinom dan 2 Contoh Tembang Macapat

Ilustrasi 3 contoh tembang sinom. Sumber: www.unsplash.com

Dalam karya sastra Jawa, tembang sinom memiliki tingkatan istimewa karena mengandung nilai-nilai kearifan lokal dan keindahan bahasa yang mendalam.

Tembang ini menggambarkan seorang pemuda yang gagah, sakti dan bijaksana dan mengisahkan nasihat, rasa persahabatan dan keramah tamahan.

Berikut ini contoh tembang sinom dan tembang macapat yang dapat diresapi pesan, makna dan bait demi baitnya.

1. Tembang Sinom tentang Rasa Tentram

Nuladha laku utama,

Tumraping wong tanah Jawi,

Wong agung ing ngeksiganda,

Panembahan Senapati,

Keparti amarsudi,

Sudane hawa len nepsu,

Pinesu tapa brata,

Tanapi sing iyang ratri,

Amemangun karyenak tyas ing sasama.

2. Tembang Sinom tentang Membangun Sikap Diri

Samangsane pasamuan,

Mamangun marta martani,

Sinambi ing saben mangsa,

Kala-kalaning ngasepi,

Lalana teka-teki,

Nggayuh geyonganing kayun,

Kayunggung eninging tyas,

Sanityasa pinrihatin,

Punggah panggah cegah dhahar lawan nendra.

3. Tembang Sinom tentang Arti Pulang

Mangkono jamma utama,

Lelana laladan sepi,

Ngisep sepuhing sopana,

Mrih prana pranaweng kapti,

Tis-tising tyas marsudi,

Mardawing budya tulus,

Mesu reh kasudarman,

Neng tepining jalanidhi,

Sruning brata kataman wahyu dyatmika.

Adapun untuk tembang macapat, dapat disimak contohnya di bawah ini:

1. Tembang Maskumambang tentang Menghormati Orang Tua

Dhuh anak mas sira wajib angurmati,

Mayang yayah rena,

Aja pisan kumawani

Anyenyamah gawe susah.

Kelek-kelek biyung sira aneng ngendi,

Enggal tulungana,

Awakku kecemplung warih,

Gulagepan wus meh pejah.

2. Tembang Mijil tentang Belas Kasih dan Pengharapan

Kanca ingkang katresnanan,

Kanca kang jaler lan estri,

Kanca kang apik lan ala,

Saka mbiyen nganti iki,

Aja padha ngerahi,

Supaya uripe rukun,

Aja padha kerahan.

Baca juga: 12 Contoh Kalimat Tembung Saroja beserta Artinya

Contoh tembang sinom ini bukan hanya sekadar rangkaian kata-kata indah, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan spiritual yang melekat dalam masyarakat Jawa.

Kekayaan sastra Jawa yang terpancar melalui tembang sinom menjadi warisan berharga yang perlu dilestarikan. Semoga dengan memahami tembang-tembang sinom dan macapat ini, setiap orang dapat lebih menghargai keindahan bahasa dan nilai-nilai dalam sastra Jawa yang begitu kaya akan makna.(VAN)