Konten dari Pengguna

23 Contoh Bioteknologi Konvensional dan Modern Berbagai Bidang

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh bioteknologi konvensional dan modern. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh bioteknologi konvensional dan modern. Sumber: www.unsplash.com

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang menggabungkan biologi dengan teknologi untuk menghasilkan produk dan layanan yang berguna bagi manusia. Bioteknologi membawa dampak signifikan di berbagai bidang. Salah satu contoh bioteknologi konvensional dan modern ada di bidang pangan.

Mengutip buku Biologi Kelompok Pertanian dan Kesehatan, Deden Andurahman (2008:82), ada kelebihan dan kekurangan penerapan dalam bioteknologi konvensional dan modern, antara lain kelebihan pada bioteknologi konvensional relatif mudah. Sedangkan pada bioteknologi modern perbaikan sifat genetis dilakukan secara terarah.

Contoh Bioteknologi Konvensional dan Modern dalam Keseharian

Ilustrasi contoh bioteknologi konvensional dan modern. Sumber: www.unsplash.com

Dalam pengertiannya bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

Bioteknologi dibedakan menjadi dua, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Berikut beberapa contoh bioteknologi konvensional dan modern yang ditemui dalam keseharian.

1. Contoh Bioteknologi Konvensional

a. Bidang Pangan

Pada bidang makanan ini bioteknologi konvensional yang dihasilkan adalah fermentasi yang prosesnya dibantu oleh mikroorganisme. Contohnya:

  1. Fermentasi keju oleh bakteri Streptococcus lactis

  2. Pembuatan tempe oleh Rhizopus oryzae

  3. Pembuatan tape oleh jenis jamur Saccharomyces cerevisiae

  4. Pembuatan yoghurt oleh bakteri Lactobacillus bulgaricus

  5. Pembuatan kecap oleh Aspergillus sp

  6. Pembuatan ragi roti oleh Saccharomyces cerevisiae

b. Bidang Pertanian

  1. Kultur jaringan yang memiliki fungsi untuk mengendalikan penyakit pada tanaman.

  2. Pembastaran berfungsi untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik dari induknya.

  3. Hidroponik sebagai teknik bercocok tanam.

c. Bidang Kesehatan

Bioteknologi konvensional pada bidang pengobatan. Contohnya adalah antibiotik penisilin, diisolasi dari bakteri dan jamur dan vaksin yang menggunakan mikroorganisme, tetapi toksinnya telah dimatikan yang memiliki manfaat meningkatkan imunitas.

2. Contoh Bioteknologi Modern

a. Bidang Pangan

  1. Rekayasa genetika untuk memperbaiki kualitas kacang.

  2. Mengurangi kandungan protein penyebab alergi.

  3. Rekayasa genetika sehingga bakteri bisa memproduksi enzim chymosin atau rennin untuk mencerna susu.

b. Bidang Pertanian

  1. Menghasilkan tanaman kedelai yang tahan terhadap herbisida (Round-up soybean).

  2. Tersedianya tanaman jagung dan kapas yang tahan terhadap serangan serangga (Bt-corn dan Bt-cotton).

  3. Tanaman padi, kentang, dan tebu yang tahan terhadap kekeringan.

  4. Buah tomat yang memiliki masa simpan lama (Flavr Savr Tomato).

  5. Tanaman padi yang mengandung vitamin A (golden rice).

c. Bidang Kesehatan

  1. Rekayasa jaringan.

  2. Pemanfaatan sel punca.

  3. Produksi insulin pada bakteri.

  4. Produksi vaksin.

  5. Pemanfaatan antibodi monoclonal.

Baca juga: 3 Penerapan Bioteknologi Modern di Bidang Kesehatan beserta Dampaknya

Contoh bioteknologi konvensional dan modern menunjukkan bahwa melalui teknologi, ada banyak cara untuk melakukan inovasi di berbagai bidang.

Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup manusia, dan memberikan solusi untuk banyak tantangan yang dihadapi dalam banyak bidang. Semoga informasi ini bermanfaat. (VAN)