Konten dari Pengguna

25 Contoh Bebasan Bahasa Jawa beserta Artinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh bebasan. Sumber: Pixabay/hoahoa111
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh bebasan. Sumber: Pixabay/hoahoa111

Contoh bebasan yang biasanya ditemukan dalam mata pelajaran bahasa Jawa merupakan bentuk kasustraan Jawa. Jika dalam sastra Indonesia bebasan dapat diartikan sebagai pepatah.

Bebasan adalah suatu ungkapan dalam bahasa Jawa yang memiliki arti kiasan, mengandung perumpamaan atau pengandaian, dan bersifat tetap. Perumpamaan yang digunakan tentang keadaan atau sifat seseorang.

Contoh Bebasan dan Artinya

Ilustrasi contoh bebasan. Sumber: Pixabay/kaboompics

Bebasan sebagai paribasa dalam bahasa Jawa sering disebut dengan paribahasan. Padahal bebasan dan paribasa memiliki makna berbeda. Yang membedakan yaitu adanya perumpamaan. Dalam paribasa tidak terdapat perumpamaan sedangkan di bebasan ada.

Dikutip dalam buku Kamus Istilah Sastra Indonesia oleh Ajip Rosidi (2018:32) bebasan adalah ungkapan dalam bahasa Jawa yang merupakan perumpamaan yang biasanya mengumpamakannya dengan tindakan atau barang.

Untuk mengetahui lebih jelasnya bebasan itu seperti apa. Simak beberapa contoh bebasan bahasa Jawa berikut ini beserta artinya dalam bahasa Indonesia.

  1. Abang-abang lambé

    Artinya: Berbicaranya hanya sekedar basa-basi.

  2. Adol lenga kèri busiké

    Artinya: Orang yang membagi-bagikan barang tetapi dirinya sendiri tidak kebagian.

  3. Ancik-ancik pucuking eri

    Artinya: Orang yang hidupnya penuh dengan marabahaya atau kekhawatiran.

  4. Arep jamure emoh watangané

    Artinya: Mau enaknya tidak mau susahnya.

  5. Bapak kesulah anak molah

    Artinya: Jika orang tua mendapat masalah, anak juga akan ikut merasakan dan ikut bertanggung jawab.

  6. Beras wutah arang mulih marang takeré

    Artinya: Sesuatu yang sudah berubah dari asal mulanya mustahil bisa pulih seperti sediakala.

  7. Buru uceng kelangan deleg

    Artinya: Berusaha mengejar sesuatu yang kecil tetapi malah mengorbankan sesuatu yang besar yang sudah dimiliki.

  8. Diwènèhi ati ngrogoh rempela

    Artinya: Sudah diberi yang enak tetapi masih kurang puas dan meminta yang lebih enak lagi.

  9. Dikempit kaya wadé, dijuju kaya manuk

    Artinya: Sesuatu yang sangat dicintai.

  10. Emban cindhé emban siladan

    Artinya: Pilih kasih atau tidak adil antara satu dengan yang lainnya.

  11. Esuk dhelé soré témpé

    Artinya: Mudah berubah pikiran, tidak konsisten.

  12. Gemblung jinurung, édan kuwarisan

    Artinya: Berbuat nekat tetapi malah beruntung.

  13. Golèk-golèk ketanggor wong luru-luru

    Artinya: Mau berbuat jahat, kemudian bertemu dengan orang yang berbuat jahat pula.

  14. Gupak pulut ora mangan nangkané

    Artinya: Ikut berjuang atau ikut merasakan susahnya namun tidak menikmati hasilnya.

  15. Kakèhan gludhug kurang udan

    Artinya: Orang yang banyak bicara tetapi kenyataannya kosong atau hanya omong kosong.

  16. Kegedhèn empyak kurang cagak

    Artinya: Orang yang berkeinginan tinggi tetapi tidak memiliki sarana pendukung.

  17. Madu balung tanpa isi

    Artinya: Berebut hal sepele yang tidak ada manfaatnya.

  18. Njagakaké endhogé si blorok

    Artinya: Berharap sesuatu yang belum pasti.

  19. Nyundhang bathang banthèng

    Artinya: Menjunjung keturunan orang yang luhur yang sedang apes.

  20. Nglungguhi klasa gumelar

    Artinya: Orang yang menerima warisan dan tinggal menerima enaknya saja.

  21. Ngubak-ubak banyu bening

    Artinya: Membuat kerusuhan di tempat yang aman dan damai.

  22. Othak-athik didudut angèl

    Artinya: Orang yang cara berbicaranya terlihat enak didengar, tapi ternyata susah diatasi atau dilayani.

  23. Rubuh-rubuh gedhang

    Artinya: Orang yang hanya ikut-ikutan, sebenarnya tidak tahu tujuannya.

  24. Sandhing kirik gudhigen

    Artinya: Orang yang dekat dengan orang yang buruk kelakuannya pada akhirnya tertular kelakuan buruk tadi.

  25. Wis kebak sundukané

    Artinya: Orang yang sudah memiliki banyak dosa dan kesalahan.

Contoh 25 contoh bebasan bahasa Jawa dan artinya di atas memiliki makna berupa nasihat, teguran, hingga sindiran kepada orang lain. (MRZ)

Baca juga: 5 Contoh Sesonggan Peribahasa Dalam Bahasa Bali