Konten dari Pengguna

25 Contoh Ukara Pitakon Bahasa Jawa dan Artinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh ukara pitakon - Sumber: pixabay.com/mufidpwt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh ukara pitakon - Sumber: pixabay.com/mufidpwt

Ada banyak contoh ukara pitakon yang digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan bahasa Jawa. Contoh tersebut biasanya digunakan untuk melemparkan suatu pertanyaan.

Ukara pitakon adalah kalimat tanya yang digunakan untuk meminta informasi, klarifikasi, atau penjelasan dari seseorang. Istilah "ukara" berarti kalimat, sedangkan "pitakon" berarti pertanyaan. Jadi, ukara pitakon merupakan kalimat yang disusun untuk menanyakan sesuatu.

Contoh Ukara Pitakon dalam Percakapan

Ilustrasi contoh ukara pitakon - Sumber: pixabay.com/joko_narimo

Berdasarkan buku Proyek Keterampilan Menulis Berbahasa Jawa, Endang Sri Maruti, Winda Ayu Cahya Fitriani, (2022), dalam bahasa Jawa, ukara pitakon memiliki beberapa ciri khusus, seperti:

1. Menggunakan Kata Tanya

Ukara pitakon menggunakan kata tanya di dalamnya. Seperti "opo" (apa), "sopo" (siapa), "kapan" (kapan), "ngendi" (di mana), "piye" (bagaimana), dan "kenopo" (mengapa).

2. Intonasi Khusus

Dalam percakapan sehari-hari, intonasi di akhir kalimat tanya biasanya naik. Ini menunjukkan bahwa pembicara sedang menanyakan sesuatu.

3. Struktur Kalimat

Struktur kalimat bisa sangat bervariasi. Tetapi umumnya mengikuti pola subjek-predikat-objek dengan penekanan pada kata tanya.

Dari ciri-ciri tersebut, inilah beberapa contoh ukara pitakon dan arti kalimatnya:

  1. Jenengmu sopo? (Namamu siapa?)

  2. Kapan kowe bali? (Kapan kamu pulang?)

  3. Jam piro kowe tangi? (Jam berapa kamu bangun?)

  4. Sopo jenenge kancamu? (Siapa nama temanmu?)

  5. Op0 kowe seneng maca buku? (Apakah kamu suka membaca buku?)

  6. Kowe arep menyang endi? (Kamu mau ke mana?)

  7. Piye carane nggarap tugas iki? (Bagaimana cara mengerjakan tugas ini?)

  8. Sopo sing njaluk ngombe? (Siapa yang meminta minum?)

  9. Kapan bapakmu ono ning omah? (Kapan bapakmu ada di rumah?)

  10. Ono ngendi kebun binatang? (Di mana kebun binatang?)

  11. Opo sing di masak ibumu? (Apa yang di masak ibumu?)

  12. Piro regane jajan sing mbok tumbas? (Berapa harga jajanan yang kamu beli?)

  13. Piro cacahe bebekmu? (Berapa jumlah bebekmu?)

  14. Santi karo Adi nikah dina opo? (Santi dan Adi nikah hari apa?

  15. Ono ngendi Agus lan Andi sinau bareng? (Di mana Agus dan Andi belajar bersama?)

  16. Bapak tindhak pundi? (Bapak pergi ke mana?)

  17. Kepriye kabare kanca-kanca sekolah biyen? (Bagaimana kabar teman teman sekolah dulu?)

  18. Bejo tuku hape merek opo? (Bejo beli hp merek apa?)

  19. Kepriye carane jawab soal nomer 5? (Bagaimana caranya menjawab soal nomor 5?)

  20. Ayu kuliah ning endi? (Ayu kuliah di mana?)

  21. Bu guru gerah napa? (Bu guru sakit apa?)

  22. Opo rupane gendera Indonesia? (Apa warna bendera Indonesia?)

  23. Pakde wis bali durung? (Pakde sudah kembali atau belum?)

  24. Omahe Pak RT sebelah endi? (Rumahnya Pak RT sebelah mana?)

  25. Kenapa langit rupane biru? (Mengapa langit berwarna biru?)

Dengan memahami pengertian dan contoh ukara pitakon, seseorang dapat lebih efektif berkomunikasi dalam Bahasa Jawa. Baik untuk keperluan sehari-hari, akademis, maupun profesional. (DNR)

Baca Juga: 4 Contoh Tembung Pepindhan dalam Bahasa Jawa