3 Contoh Asesmen Diagnostik Non Kognitif beserta Tahapannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami contoh asesmen diagnostik non kognitif merupakan salah satu hal yang penting bagi guru. Pasalnya, asesmen diagnostik non kognitif dapat menunjukkan kesuksesan seorang guru dalam memahami peserta didiknya.
Pada dasarnya, asesmen diagnostik dirancang untuk memonitor setiap perubahan dan perkembangan pada peserta didiknya. Hal ini agar guru dapat terus menyempurnakan instrumen pembelajaran yang tepat untuk peserta didik.
3 Contoh Asesmen Diagnostik Non Kognitif
Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang 3 contoh asesmen diagnostik non kognitif, sebaiknya pahami lebih dulu pengertian dari asesmen diagnostik.
Dikutip dari buku Guru Penggerak dalam Paradigma Pembelajaran Kurikulum Merdeka, Ropin Sigalingging (2022:44), asesmen diagnostik adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, dan kelemahan peserta didik.
Hal ini agar pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik.
Asesmen diagnostik dilakukan secara berkala, mulai dari awal hingga akhir pembelajaran untuk mengetahui apakah pembelajaran yang dilakukan mampu dipahami peserta didik atau tidak.
Hasil asesmen diagnostik dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan instrumen pembelajaran yang tepat untuk peserta didik.
Asesmen diagnostik terdiri dari dua jenis, salah satunya adalah asesmen diagnostik non kognitif. Jenis asesmen diagnostik ini dilakukan untuk mengetahui kondisi personal peserta didik, mulai dari aspek psikologi, emosi, hingga sosial.
Agar lebih memahami asesmen diagnostik non kognitif, berikut 3 ccntoh asesmen diagnostik non kognitif yang bisa ditanyakan kepada peserta didik.
Apakah kamu merasa nyaman belajar di kelas?
Apakah kamu menemui kendala terkait tugas yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru di kelas?
Bagaimana hubungan antara kamu dengan keluarga?
Baca juga: Pengertian, Karakteristik, dan Fungsi Asesmen Formatif bagi Guru
Tahapan Asesmen Diagnostik Non Kognitif
Terdapat sejumlah tahapan yang harus dilakukan hingga dapat melaksanakan asesmen diagnostik non kognitif kepada peserta didik. Ropin Sigalingging (2022:47), menjelaskan 3 tahapan yang harus disiapkan dalam asesmen diagnostik non kognitif sebagai berikut.
Menyiapkan alat atau media berupa gambar yang dapat mewakili perasaan anak. Berikut contoh pertanyaannya: Apa yang sedang kamu rasakan saat ini? Bagaimana perasaan kamu saat belajar di rumah?
Menyiapkan daftar pertanyaan kunci mengenai aktivitas serta kesukaan peserta didik. Berikut contoh pertanyaannya: Aktivitas apa yang kamu sukai dalam belajar? Apa yang paling menyenangkan dan yang tidak menyenangkan dalam pembelajaran?
Menata soal diagnostik non kognitif agar lebih mudah dipahami.
Demikian penjelasan mengenai 3 contoh asesmen diagnostik non kognitif beserta tahapannya. Pastikan pertanyaan dibuat dengan jelas, mudah dipahami, dan menyertakan acuan atau stimulus informasi yang dapat membantu peserta didik dalam menjawab pertanyaan. (YAS)
