3 Contoh Debit dan Kredit dalam Buku Kas Keuangan

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Debit dan kredit merupakan dua komponen yang tidak bisa dipisahkan dalam akuntansi. Contoh debit dan kredit dapat ditemui dalam buku kas keuangan yang digambarkan melalui peristiwa transaksi penerimaan dan pembayaran.
Debit dan kredit merupakan dua bentuk transaksi yang bertolak belakang. Hal ini disebabkan karena kolom debit mengacu pada bertambahnya jumlah uang, sedangkan kolom kredit ditulis sesuai nilai uang yang keluar.
Pengertian Debit dan Kredit
Debit dan kredit berasal dari bahasa Latin, yaitu “debere” yang berarti debit dan “credere” yang berarti kredit. Keduanya biasa disingkat dengan Dr. untuk debit dan Cr. untuk kredit.
Pengertian debit, yaitu pencatatan yang menunjukkan peningkatan aset atau penurunan liabilitas dan penurunan ekuitas. Penambahan aset dapat berupa penambahan uang tunai, peralatan, perlengkapan piutang, dan lainnya.
Sedangkan pengertian kredit, yaitu pencatatan akuntansi untuk akun liabilitas dan ekuitas yang mengalami peningkatan atau kenaikan dan untuk akun aset akan mengalami penurunan.
Perbedaan Debit dan Kredit
Dalam buku Ajar Pengantar Akuntansi, Heksawan Rahmadi, Kathleen Asyera Risakotta, Fika Aryani, dkk (2023:24) perbedaan debit dan kredit, yaitu
Debit mengacu pada sisi kiri akun pada buku besar, sedangkan kredit mengacu pada sisi kanan akun pada buku besar.
Debit terdapat di neraca dengan tiap transaksi yang masuk akan didebit, sedangkan kredit terdapat di neraca dengan tiap transaksi yang keluar akan dikredit.
Dalam laporan laba rugi semua pengeluaran dan kerugian akan didebit, sedangkan dalam laporan laba rugi semua pendapatan dan keuntungan akan dikredit.
Peningkatan saldo debit disebabkan oleh kenaikan kas, persediaan, peralatan, pengeluaran, dan lainnya. Sedangkan peningkatan saldo kredit disebabkan oleh kenaikan dana pemegang saham hutang, pendapatan, dan lainnya.
Dapat disimpulkan untuk perbedaan debit dan kredit, yaitu
Debit adalah pencatatan pengurangan nominal uang, sedangkan kredit adalah pencatatan penambahan nominal uang.
Transaksi debit dapat diartikan sebagai aktivitas menabung di bank, sedangkan kredit adalah aktivitas mengeluarkan uang di bank atau bisa juga meminjam uang di bank.
Debit merupakan pencatatan pembukuan tentang pengurangan deposito.
Contoh Debit dan Kredit
Istilah debit dan kredit selalu digunakan untuk merujuk pada transaksi yang terjadi dan ada di dalam laporan keuangan. Debit menunjukkan sisi kiri dan kredit menunjukkan sisi kanan. Adapun contoh debit dan kredit, yaitu sebagai berikut.
Contoh 1
PT Jaya Mandiri membeli perlengkapan kantor secara tunai sebesar Rp4.500.000 dengan bukti nota kontan. Transaksi tersebut menyebabkan aset berupa perlengkapan bertambah, tetapi dari sisi kas berkurang.
Akuntan mencatat transaksi tersebut ke buku kas keuangan. Pada rekening atau kolom perlengkapan, transaksi pembelian dimasukkan ke sisi debit sebab perlengkapan PT Jaya Mandiri mengalami pertambahan. Transaksi itu dapat dituliskan sebagai berikut.
Peralatan
Debit Kredit
Rp4.500.000 -
Pada rekening kas, transaksi pembelian dimasukkan ke sisi kredit sebab uang perusahaan PT Jaya Mandiri mengalami pengurangan akibat pembelian peralatan. Berikut contoh penulisan kredit dalam kas keuangannya.
Kas
Debit Kredit
- Rp4.500.000
Contoh 2
Pada 2 Juni 2023, perusahaan mebel membeli sebuah mesin pemotong secara kredit dengan bukti faktur senilai Rp2.700.000. Transaksi tersebut menyebabkan aset berupa peralatan bertambah, begitu pula dengan kewajiban berupa utang.
Akuntan perusahaan tersebut mencatat transaksi tersebut dalam rekening peralatan dan rekening kas. Pada rekening perlengkapan, transaksi pembelian peralatan kantor tersebut dicatat di sisi debit, seperti berikut:
Peralatan
Debit Kredit
Rp2.700.000 -
Pada rekening kas, transaksi pembelian dengan utang dimasukkan ke sisi kredit, seperti berikut.
Utang Usaha
Debit Kredit
- Rp2.700.000
Contoh 3
Pak Wahyu menyetor uang tunai pribadinya ke dalam kas perusahaan sebesar Rp8.000.000 dengan bukti kepemilikan modal. Transaksi ini menyebabkan kas perusahaan bertambah Rp8.000.000.
Kemudian, akuntan mencatatnya ke rekening kas dan rekening modal. Pada rekening kas, penyaluran dana tersebut dicatat di sisi debit yaitu sebagai berikut.
Kas
Debit Kredit
Rp8.000.000 -
Pada rekening modal Pak Wahyu penyaluran dana yang sama dicatat di sisi kredit, sebagai berikut.
Modal Pak Wahyu
Debit Kredit
- Rp8.000.000
Baca juga: Mengenal 4 Fungsi Laporan Laba Rugi dalam Akuntansi
Setelah mengetahui pengertian, perbedaan, serta contoh debit dan kredit yang telah dijelaskan di atas, diharapkan pembaca tidak keliru dalam menulis kedua komponen ini ke dalam buku kas keungan. (MRZ)
