3 Contoh Diferensiasi Produk dalam Pembelajaran

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh diferensiasi produk dalam pembelajaran perlu diketahui para pendidik atau guru di sekolah. Digerensiasi produk dalam konteks ini merupakan strategi untuk menghasilkan pengalaman belajar yang unik dan bernilai tambah bagi para siswa.
Hal ini dapat dicapai dengan berbagai cara, mulai dari penggunaan teknologi hingga pendekatan pengajaran yang inovatif. Strategi yang diterapkan nantinya akan membantu siswa mencapai potensi akademisnya secara maksimal, meningkatkan motivasi, dan keterlibatan dalam proses pembelajarannya.
Contoh Diferensiasi Produk dalam Pembelajaran untuk Pendidik
Dikutip dari buku Pengantar Pembelajaran Berdiferensiasi, Jenri Ambarita, M.Pd.K., dan Pitri Solida Simanullang (2023:29), proses pembelajaran bisa berjalan karena ada interaksi antara guru, peserta didik dan sumber belajar yang digunakan. Guru dan siswa memiliki kedudukan yang berbeda dengan perannya masing-masing dalam pembelajaran, tetapi keduanya memiliki keterlibatan aktif dalam pembelajaran.
Demikian halnya dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru dan siswa memiliki keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Berikut ini contoh diferensiasi produk dalam pembelajaran yang dapat diketahui.
1. Diferensiasi Konten
Diferensiasi konten merupakan salah satu bentuk pembelajaran diferensiasi sebagai bentuk implementasi Merdeka Belajar. Diferensiasi dalam isi pembelajaran atau konten meliputi:
Merefleksikan standar kurikulum nasional.
Topik, konsep, atau tema kurikulum.
Menyajikan fakta dan keterampilan penting.
Membedakan melalui asesmen awal pemahaman dan keterampilan siswa.
Memberikan pilihan pada siswa untuk menambah kedalaman pembelajaran.
Contoh diferensiasi isi adalah sebagai berikut.
Menggunakan bahan ajar dalam kaset.
Menggunakan daftar kosakata untuk mengetahui tingkat kesiapan siswa.
Menyajikan ide melalui sarana pendengaran dan penglihatan.
Menggunakan taman bacaan.
Menggunakan kelompok kecil untuk mengajarkan kembali ide atau keterampilan khusus kepada siswa yang berkebutuhan.
2. Diferensiasi Proses
Diferensiasi proes adalah bagaimana siswa mengolah ide, informasi, materi yang diperoleh. Bagaimana siswa berinteraksi dengan materi dan bagaimana interaksi tersebut menjadi bagian yang menentukan pilihan belajar siswa.
Diferensiasi dalam proses mengacu pada:
Bagaimana siswa memahami informasi, ide, dan keterampilan yang dipelajari.
Mencerminkan gaya dan preferensi belajar siswa.
Memvariasikan proses pembelajaran tergantung pada bagaimana siswa belajar.
Contoh diferensiasi proses adalah sebagai berikut.
Menggunakan kegiatan berjenjang, semua siswa belajar dengan pemahaman dan keterampilannya, serta berbagai tingkat dukungan, tantangan, dan kompleksitas yang beragam.
Menyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan, akan mendorong siswa unruk mengeksplorasi berbagai materi yang dipelajari menarik minat siswa seperti belajar jenis karangan.
Memvariasikan lama waktu untuk menyelesaikan tugas dan memberikan waktu untuk siswa mempelajari topik secara mendalam.
Menyediakan pusat minat yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi diri.
Mengembangkan agenda pribadi dengan daftar tugas yang ditulis guru dengan waktu yang ditentukan dan harus diselesaikan.
Menyediakan dukungan lainnya bagi siswa berkebutuhan khusus.
3. Diferensiasi Produk
Komponen produk yang dimaksud adalah bagaimana peserta didik menunjukan apa yang telah dipelajari atau cara siwa mengaktualisasikan pemahamannya dalam berbagai karya yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Diferensiasi dalam produk dapat berupa:
Laporan, tes, brosur, pidato, sandiwara, dan sebagainya.
Mencerminkan pemahaman siswa
Membedakan dengan memberikan tantangan, variasi dan berbagai pilihan.
Contoh diferensiasi produk, yaitu:
Memberi siswa pilihan cara mengekspresikan kebutuhan pembelajaran seperti pertunjukan boneka, menulist surat, atau membuat puisi.
Menggunakan rubrik yang cocok dan memperluas keberagaman tingkat keterampilan siswa.
Membolehkan siswa bekerja sendiri atau berkelompok dalam menuntaskan tugas.
Mendorong siswa untuk membuat tugasnya sendiri.
Menggunakan berbagai metode penilaian seperti tes, observasi, dan juga proyek.
Itu dia contoh diferensiasi produk dalam pembelajaran yang dapat diketahui. Semoga contoh di atas dapat membantu para pendidik atau guru untuk menerapkannya dalam lingkungan pendidikan. (DIA)
Baca Juga: 7 Contoh Diferensiasi Sosial dalam Masyarakat Indonesia
