3 Contoh Komunikasi Terapeutik antara Perawat dan Pasien yang Baik

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh komunikasi terapeutik merupakan bukti bahwa hubungan perawat dan pasien dapat membantu kesembuhan pasien. Dengan komunikasi yang baik, pasien tidak akan merasa sendiri dalam menghadapi rasa sakitnya.
Perawat judes mungkin masih ada, namun itu hanya oknum karena perawat sudah mendapatkan materi tentang komunikasi terapeutik selama masa pendidikan. Bagi yang belum tahu, ada beberapa contoh untuk membantu memahaminya.
Contoh Komunikasi Terapeutik
Dalam interaksi perawat dengan pasien, diperlukan aura positif untuk memengaruhi perilaku pasien yang berhubungan dengan kesehatan dan tindakan medis. Proses ini dinamakan terapeutik, yang meliputi pertolongan, perawatan, penyembuhan dan edukasi kepada pasien.
Berikut adalah contoh komunikasi terapeutik, yang dikutip dari Komunikasi dalam Keperawatan, Wibowo Hanafi Ari Susanto (2022:24).
1. Contoh teknik klarifikasi dalam komunikasi terapeutik.
Komunikasi ini terjadi agar perawat mendapat informasi yang jelas tentang kondisi pasien, sebaliknya pasien merasa diperhatikan sehingga tercapai kesamaan persepsi.
Pasien: Sedih rasanya.
Perawat: Kalau ibu bersedia, bisakah ibu mengulang kembali apa yang membuat ibu bersedih?
Pasien: Ibu sedih karena susah tidur.
Perawat: Apa yang membuat ibu tidak nyaman? Saya akan bantu sebisa mungkin. Jika tidak, akan saya tanyakan ke dokter.
2. Contoh teknik diam dalam komunikasi terapeutik.
Diam bukan berarti tidak ada komunikasi, melainkan memberikan kesempatan kepada pasien untuk bercerita sehingga perawat bisa menganalisa pikiran pasien. Yang penting, perawat harus menunjukkan mimik muka simpatik.
Pasien: Saya merasa jenuh terhadap kondisi sakit yang saya alami.
Perawat: Ehmmm. (Diam sejenak tapi menunjukkan minat untuk mendengarkan).
Pasien: Dari tidur, bangun hingga tidur lagi hanya di atas kasur ini.
Perawat: (Tetap diam ditambah senyum tipis tanda simpati dan membiarkan pasien melanjutkan curahan isi hatinya).
3. Contoh teknik empati dalam komunikasi terapeutik.
Teknik ini merupakan upaya untuk masuk ke dalam diri pasien tanpa kehilangan identitas diri. Tujuannya untuk mempertahankan hubungan dengan pasien agar masalah dalam diri pasien terungkap untuk membantu kesembuhannya.
Pasien: Bagian yang dioperasi ini sakit sekali, suster.
Perawat: Iya, bu. Saya mengerti, saya dapat merasakannya.
Pasien: Bagian yang diinfus ini juga sudah pegal banget.
Perawat: Saya maklum, bu. Ibu sudah diinfus cukup lama.
Baca juga: Sejarah Ilmu Komunikasi dan Perkembangannya di Indonesia
Itulah contoh komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien untuk menambah wawasan. Komunikasi seperti itu juga bisa dilakukan oleh keluarga yang mendampingi penderita di luar masalah medis untuk meningkatkan kenyamanan dan semangat pasien. (lus)
