Konten dari Pengguna

3 Contoh Latar Belakang Penelitian beserta Cara Menyusunnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh latar belakang penelitian beserta cara membuatnya. Sumber: Pixabay/DariuszSankowski
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh latar belakang penelitian beserta cara membuatnya. Sumber: Pixabay/DariuszSankowski

Contoh latar belakang penelitian yang ada di buku maupun di internet dapat menjadi sumber referensi seseorang yang masih bingung dalam membuatnya. Walaupun hanya berbentuk paragraf, dalam pembuatan latar belakang terdapat hal yang harus diperhatikan.

Latar belakang merupakan penjelasan dalam bentuk uraian paragraf yang berisi alasan mengapa sebuah penelitian dibuat. Tujuan bagian ini untuk memberikan gambaran jelas tentang penelitian dan cara menyajikan masalah dengan merujuk pada sumber yang relevan.

Cara Menyusun Latar Belakang Penilitian

Ilustrasi cara menyusun latar belakang penilitian. Sumber: Pixabay/StartupStockPhotos

Dikutip dalam buku Metode Penelitian Kelautan dan Perikanan, Mochammad Arif Zainul Fuad, Aida Sartimbul, Feni Iranawati, dkk (2019:49), latar belakang merupakan bagian dari bab pendahuluan pada suatu penelitian berisikan informasi yang dapat menggiring pembaca untuk memahami apa pentingnya penelitian yang akan dilakukan.

Penulisan latar belakang umumnya dibagi ke dalam 3 bagian. Pertama menjelaskan masalah yang akan diangkat, kedua menjelaskan mengenai isi yang berupa fakta, data, fenomena, dan pendapat ahli, ketiga berupa saran atau alternatif penyelesaian masalah.

Adapun cara menyusun latar belakang penelitian, yaitu

  1. Tulislah tujuan latar belakang penelitian dengan jelas dan berbobot.

  2. Tulislah latar belakang penelitian yang didasari pada permasalahan yang faktual dan akurat. Karena pada dasarnya latar belakang adalah bagian untuk mengangkak keresahan dan permasalahan yang terjadi.

  3. Agar menjadi lebih berbobot, bandingkan penelitian yang sedang disusun dengan penelitian sebelumnya yang sejenis. Tulis beberapa perbedaan dan kelebihan dari penelitian sebelumnya.

  4. Jika sudah menemukan akar sumber masalah, maka seseorang bisa menuliskan dugaan solusi dengan singkat sebagai modal untuk berlanjut ke pokok pembahasan.

Dalam menyusun latar belakang perhatikan hal-hal berikut ini.

  • Menuliskan latar belakang haruslah sistematis, jangan menulisnya secara acak.

  • Jangan menulis secara ambigu.

  • Pusatkan tema yang akan dibahas.

  • Menulis latar belakang terlalu panjang atau terlalu pendek. Cobalah untuk menuliskan poin-poin penting dalam penelitian, tetapi tuliskan secara ringkas, tidak perlu bertele-tele.

Contoh Latar Belakang Penelitian

Ilustrasi contoh latar belakang penlitian. Sumber: pIxabay/felix_w

Setelah memahmi cara membuat atau menyusun latar belakang, ketahui juga contoh latar belakang penelitian berikut ini agar pembaca lebih mudah dalam membuatnya.

Contoh 1

Judul Penelitian: Efektivitas Pemberian Pestisida NB7 dan NB6 pada Tanaman Padi di Kecamatan Rajalele

Padi sebagai tanaman pokok di Indonesia memiliki peranan penting dalam menunjang kelangsungan hidup rakyat. Data tahun 2000-2020 menunjukkan bahwa konsumsi beras masyarakat Indonesia mengalami kenaikan signifikan.

Namun, permasalahan yang ada saat ini adalah hama tanaman padi membuat penurunan hasil panen. Selama ini masyarakat di Kecamatan Rajalele sebagai kecamatan yang menghasilkan produksi padi terbesar se-Kecamatan Andong menggunakan pestisida NB6.

Penggunaan pestisida NB6 dinilai efektif untuk membasmi hama padi di Kecamatan Rajelele. Namun, produksi padi masih belum mencukupi target karena hama yang mengganggu belum dapat dimusnahkan seluruhnya.

Di sisi lain, adanya pestisida NB7 belum pernah digunakan di persawahan Kecamatan Rajalele. Peneliti bermaksud menguji efektivitas pestisida NB6 dan NB7 di areal persawahan. Pengukuran hasil akan didasarkan pada jumlah hasil tanaman padi di 20 sawah.

Selain itu, akan dibandingkan pula jumlah tanaman yang rusak di setiap sawah dengan pemberian pestisida NB6 dan NB7. Untuk membandingkan hasil secara valid, sebuah areal persawahan tidak diberi perlakuan apa pun.

Contoh 2

Judul: Solusi Atas Masalah Kebijakan Presiden Tiga Periode

Sejak tahun 2004, masyarakat Indonesia bisa memilih Presiden RI secara langsung melalui pemilihan umum. Setiap warga negara Indonesia yang memenuhi syarat boleh saja mencalonkan diri menjadi calon presiden pada setiap pemilu.

Namun, ketika terpilih menjadi Presiden RI, seorang warga negara Indonesia hanya dapat mencalonkan dirinya satu kali lagi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Jokowi adalah contoh yang berhasil terpilih sebagai Presiden RI sebanyak dua kali.

Namun, belakangan beredar isu bahwa akan terbit peraturan yang memperkenankan seorang presiden menjabat tiga periode. Sejumlah pengamat politik pun menyebut bahwa ini adalah pilihan buruk.

Bahkan, ada juga pengamat politik seperti Effendi Ghazali yang mengusulkan agar seseorang hanya diperbolehkan menjabat sebagai Presiden RI sebanyak satu periode dalam kurun waktu tujuh tahun.

Lalu, solusi seperti apakah yang sebenarnya dapat menjawab permasalahan politis ini?

Contoh 3

Judul: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik

Permasalahan sampah tidak pernah usai. Setiap hari manusia menghasilkan sampah dari barang atau benda yang dipakainya. Salah satu alternatif untuk mengolah sampah rumah tangga adalah dengan mengolahnya menjadi pupuk organik.

Kementrian Lingkungan Hidup mencatat, jumlah sampah nasional mencapai 67,8 ton per 2020. Volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir semakin membengkak. Sebagai warga negara, kita dapat berperan mengurangi volume sampah dengan mengolahnya secara mandiri.

Selain mengurangi volume sampah, mengolah sampah rumah tangga secara mandiri dapat membawa dampak baik bagi lingkungan. Kita tidak perlu bergantung pada pupuk kimia dan bila dikelola dengan baik, sebenarnya sampah memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Namun kita akan membahas secara spesifik mengenai pupuk organik. Melalui penelitian ini, penulis berharap setiap rumah tangga berperan aktif dalam pengelolaan sampah.

Baca juga: 4 Contoh Judul Penelitian Kualitatif beserta Perbedaannya dengan Kuantitatif

Itu tadi 3 contoh latar belakang penelitian beserta cara menyusunnya Semoga penjelasan di atas dapat membantu pembaca yang masih kesulitan dalam menyusun latar belakang. (MRZ)