Konten dari Pengguna

3 Contoh Pacelathon dalam Bahasa Jawa tentang Kegiatan Sehari-hari

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pacelathon bahasa Jawa. Sumber: Pixabay / geralt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pacelathon bahasa Jawa. Sumber: Pixabay / geralt

Pacelathon adalah istilah dalam Bahasa Jawa yang berasal dari kata ‘celathu’ yang berarti obrolan atau pembicaraan. Contoh pacelathon sebenarnya sama dengan percakapan biasa, hanya saja bahasa yang digunakan adalah Bahasa Jawa.

Dikutip dari buku Baboning Pepak Basa Jawa, Budi Anwari, (2020: 295), pacelathon berarti obrolan atau pembicaraan antara dua orang atau lebih, dan di antara mereka bisa saling bergantian, ada kalanya bertutur, ada kalanya menanggapi atau menjadi pendengar.

Contoh Pacelathon tentang Kegiatan Sehari-hari

Ilustrasi Pacelathon Bahasa Jawa. Sumber: Pixabay / belajatiraihanfahrizi

Ada banyak contoh pacelathon yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik itu antara orang yang seumuran, antara orang tua dengan anak, atau antara murid dengan guru.

Perlu diperhatikan, bahwa saat bercengkerama dengan orang yang lebih tua, sebaiknya menggunakan bahasa yang baik, yaitu krama inggil.

1. Contoh Pacelathon tentang Meminjam Buku

Berikut ini contoh pacelathon yang terjadi antara dua orang teman, dan salah satunya ingin meminjam buku pelajaran.

Rara: "Assalamu’alaikum."

Sinta: "Wa’alaikumsalam. Eh, Rara. Ana perlu apa, Ra?"

Rara: "Iki, Sin. Aku kan wingi ora mlebu sekolah. Aku arep nyilih buku catetanmu.”

Sinta: "Oh, ngono. Buku apa wae sing mbok butuhake?"

Rara: "PPKn, IPA, lan Basa Jawa."

Sinta: "Oh, yo. Enteni sedhela, ya. Tak jupuke dhisik."

Rara: "Matur nuwun sadurunge ya, Sin."

Sinta: "Padha-padha, Ra."

2. Contoh Pacelathon tentang Murid Baru

Berikut ini merupakan contoh pacelathon yang terjadi di dalam kelas, saat guru mengenalkan murid baru.

Bu Guru: “Anak-anak, dina iki ana murid anyar, pindahan saka Surabaya.”

(Bu Guru nggandheng bocah anyar, lan ngenalake ning ngarep kelas)

“Sapa jenengmu, Cah Bagus? Kenalan dhisik karo kanca-kanca.”

Candra: “Matur nuwun, Bu Guru. Sugeng enjing sedaya. Kula Candra, nembe pindah saking Surabaya. Griya kula wonten ing Sukoharjo.”

Bu Guru: “Amarga bangku sing kosong ana ing jejere Dimas, saiki Candra lungguh jejer Dimas, yo.”

Dimas: “Inggih, Bu.”

Candra: Inggih, Bu. Matur nuwun.”

3. Contoh Pacelathon antara Ibu dan Anak

Di bawah ini merupakan contoh pacelathon yang terjadi antara ibu dan anak, yang terjadi di dapur rumah.

(Ratih nembe mulih sekolah, banjur nggoleki ibune ing pawon)

Ratih: “Ibu, saweg napa?”

Ibu: “Eh, kowe, Tih. Wis mulih sekolah to?”

Ratih: “Sampun, Bu. Nembe mawon.”

Ibu: “Iki lho, Eyang Uti mau maringi melinjo. Iki arep tak gawe emping, supaya bisa dadi cemilan.”

Ratih: “Wah, eco sanget niku, Bu.”

Ibu: “Yo kene, ibu direwangi, ben cepet rampung.”

Ratih: “Nggih, Bu.”

Baca juga: Mengetahui Sejarah Bahasa Jawa yang Punya Banyak Tingkatan

Demikianlah penjelasan mengenai pacelathon dan contoh pacelathon tentang kegiatan sehari-hari. Mari bersama-sama menghidupkan Bahasa Jawa dan bahasa daerah lainnya, dengan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. (ARN)