Konten dari Pengguna

3 Contoh Penerapan Nanoteknologi dalam Bidang Pertanian

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto hanya Ilustrasi. Contoh penerapan nanoteknologi dalam bidang pertanian. Sumber: Pexels/Maarten Van Den Heuvel
zoom-in-whitePerbesar
Foto hanya Ilustrasi. Contoh penerapan nanoteknologi dalam bidang pertanian. Sumber: Pexels/Maarten Van Den Heuvel

Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor utama munculnya nanoteknologi di bidang pertanian. Teknologi ini pun sudah diterapkan, sebagai contoh penerapan nanoteknologi dalam bidang pertanian adalah pupuk nano.

Kualitas tanaman tentu saja perlu ditingkatkan. Hadirnya nano teknologi memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian, serta mengurangi dampak lingkungan.

Contoh Penerapan Nanoteknologi di Bidang Pertanian

Foto hanya Ilustrasi. Contoh penerapan nanoteknologi dalam bidang pertanian. Sumber : Pexels/Quang Nguyen Vinh

Dikutip dari buku Pembangunan Pertanian: Membangun Kedaulatan Pangan, Triwibowo Yuwono dkk, (2019:287), nanoteknologi merupakan teknologi yang dimanipulasi atau perakitan diri atom individual, molekul atau kelompok molekul untuk menjadi struktur yang menghasilkan bahan dan alat dengan sifat baru yang berbeda dari sebelumnya.

Contoh dari penerapan nanoteknologi dalam bidang pertanian ini bisa digunakan agar swasembada pangan di Indonesia bisa meningkat dan lebih baik lagi. Ada beberapa perkembangan nanoteknologi yang sudah diaplikasikan dalam bidang pertanian.

Berikut ini beberapa contoh nanoteknologi di bidang pertanian yang perlu diketahui.

1. Pupuk Nano

Pupuk nano merupakan pupuk yang menggunakan nano partikel untuk bahan utamanya. Dalam cara kerjanya, partikel tersebut mampu menembus dinding sel tumbuhan serta memberikan nutrisi agar tanaman bisa berkembang lebih baik.

Manfaat dari pupuk nano ini mampu meningkatkan hasil panen serta mengurangi penggunaan dan ketergantungan terhadap pupuk kimia.

2. Sensor Nano

Sensor nano merupakan alat yang digunakan dalam mendeteksi serta mengukur suhu, pH tanah, tingkat kelembapan, juga nutrisi yang berasal dari tanah dan air.

Alat ini mempermudah pekerjaan petani dalam memantau kondisi udara dan tanah di sekitar perkebunan. Selain itu, petani pun bisa mengambil langkah penting untuk meningkatkan hasil panen.

3. Pestisida Nano

Berbeda dengan pestisida umumnya, pestisida nano menggunakan partikel nano yang berfungsi mengendalikan penyebaran hama dan penyakit pada tumbuhan.

Menyemprotkan pestisida ini bisa mempermudah dalam memberikan perlindungan lebih efektif pada tanaman serta mengurangi pemakaian bahan kimia berbahaya yang memiliki efek bagi lingkungan dan makhluk hidup. Menariknya lagi, pestisida nano bisa memperpanjang masa simpan dari tanaman.

Baca juga: 3 Penerapan Bioteknologi Modern di Bidang Kesehatan beserta Dampaknya

Demikian contoh penerapan nanoteknologi di bidang pertanian yang sudah diterapkan di berbagai negara. Ke depannya, perkembangan teknologi ini masih akan berlanjut dan tidak menutup kemungkinan akan ada penemuan lagi di bidang pertanian. (RFL)