3 Contoh Penokohan dalam Novel Sesuai dengan Karakternya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika seseorang suka membaca, pastinya memahami berbagai contoh penokohan dalam novel. Penokohan dalam suatu cerita, baik pendek maupun novel, merupakan proses penciptaan dan pengembangan karakter-karakter di dalam cerita.
Umumnya penulis akan memberikan atribut, kepribadian, latar belakang, dan dimensi lainnya kepada karakter. Dengan begitu, para tokoh akan menjadi figur yang hidup dan meyakinkan.
Mengenal Contoh Penokohan dalam Novel
Berdasarkan pembahasan di buku Get Success UN+SPMB Bahasa Indonesia, Nani Darmayanti, 2008, penokohan dalam novel adalah suatu bentuk penggambaran karakter-karakter yang mendalam dan realistis.
Dalam proses penokohan, penulis berusaha untuk menciptakan tokoh dengan karakter yang kompleks dan memikat. Tentunya agar dapat dipahami oleh pembaca.
Berikut adalah tiga contoh penokohan dalam novel yang sesuai dengan karakter dan perannya.
1. Hamlet dalam "Hamlet" karya William Shakespeare
Hamlet digambarkan sebagai seorang pangeran Denmark yang kompleks dan penuh pertimbangan. Penokohan Hamlet adalah sebagai orang yang penuh dengan konflik batin, ragu-ragu untuk bertindak, dan cenderung merenung secara mendalam.
Penokohan Hamlet menciptakan konflik internal yang kuat, di mana dia terus berjuang dengan pertanyaan moral dan psikologis. Pemikirannya yang mendalam dan kebingungannya memberikan dimensi emosional yang mendalam pada karakter ini.
2. Elizabeth Bennet dalam "Pride and Prejudice" karya Jane Austen
Elizabeth Bennet adalah protagonis yang cerdas, independen, dan tajam. Elizabeth menunjukkan kepribadian yang tidak biasa untuk perempuan di zaman itu, menolak pandangan tradisional dan mencari kebenaran serta keadilan.
Selama cerita, Elizabeth mengalami perkembangan karakter yang signifikan. Awalnya, Elizabeth terlalu cepat menghakimi, tetapi melalui pengalaman dan refleksi, akhirnya tumbuh menjadi sosok yang lebih bijaksana dan terbuka.
3. Hannibal Lecter dalam "The Silence of the Lambs" karya Thomas Harris
Contoh berikutnya adalah Hannibal Lecter. Penokohannya adalah sebagai seorang antagonis yang menakutkan. Hannibal digambarkan sebagai psikopat yang sangat cerdas, memiliki selera seni yang tinggi, dan kemampuan manipulasi yang luar biasa.
Penokohan Hannibal menciptakan karakter yang ambigu. Pembaca atau penonton merasa tercampur antara kengerian dan ketertarikan terhadap kepribadian yang sangat rumit ini.
Baca Juga: 5 Contoh Tokoh Tritagonis dalam Cerita yang Perlu Diketahui
Contoh penokohan dalam novel yang baik dapat menambah kedalaman cerita. Selain itu juga bisa menciptakan hubungan emosional antara pembaca dengan karakter. Penulis perlu menggunakan berbagai teknik untuk membangun karakter yang menarik. (DNR)
