3 Contoh Puisi Subjektif yang Menarik

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi subjektif merupakan salah satu puisi yang bersifat personal. Puisi ini berisikan gagasan, perasaan, pikiran, dan suasana di dalam diri seseorang. Contoh puisi subjektif sendiri tentunya sangat beragam.
Salah satu contoh dari puisi subjektif adalah puisi lirik, romantis, dan puisi elegi. Puisi ini menceritakan perasaan atau pikiran dari personal penyairnya.
Sebagai informasi bahwa puisi subjektif berbeda dengan puisi objektif. Jika puisi subjektif berisikan pesan personal, maka puisi objektif bersifat impersonal.
Contoh Puisi Subjektif
Mengutip buku yang berjudul Sumber Inspirasi Berpuisi, Trian Pamungkas, M.Pd. (2021:28), puisi subjektif disebut juga sebagai puisi personal, yakni puisi yang mengungkapkan gagasan, perasaan, suasana dalam diri penyair dan lain sebagainya. Contoh puisi subjektif pun bisa diamati secara langsung melalui ciri-ciri dari puisi itu sendiri.
Untuk bisa mengetahui bagaimana puisi subjektif, berikut contohnya.
1. Puisi Aku Karya Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943
2. Puisi Sepasang Lampu Baca karya Sapardi Djoko Damono
Untuk Isma Sawitri
ada sepasang lampu beca bernyanyi lirih di muara gang
tengah malam sementara si abang sudah tertidur sebelum
gerimis reda
mereka harus bernyanyi sebab kalau sunyi tiba-
tiba sempurna bunga yang tadi siang tanggal dari keranda
lewat itu akan mendadak semerbak dan menyusup ke dalam
pori-pori si abang beca lalu mengalir si sela-sela darahnya
sehingga ia merasa sedang bertapa dalam sebuah gua
digoda oleh seribu bidadari yang menjemputnya ke suralaya
dan hai selamat tinggal dunia
3. Puisi Derai-derai Cemara karya Chairil Anwar
cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarag orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tidak diucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
1949
Baca Juga: 3 Contoh Puisi Metafisikal dan Pengertiannya
Itu dia beberapa contoh puisi subjektif yang menarik dan bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan. (LFP)
