Konten dari Pengguna

3 Contoh Soal Rangkaian Paralel dan Rumusnya dalam Fisika

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh soal rangkaian paralel. Sumber: Pixabay/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh soal rangkaian paralel. Sumber: Pixabay/Pexels

Contoh soal rangkaian paralel dan rumusnya dapat digunakan untuk mengasah kemampuan dalam mata pelajaran Fisika. Materi ini membahas mengenai rangkaian komponen listrik yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum paralel adalah sesuatu yang berjalan atau berlangsung bersamaan, dalam jalur yang sejajar atau sejajar satu sama lain. Penerapan paralalel ini dapat ditemukan dalam rangkaian listrik seperti lampu, stop kontak, dan lainnya.

Rumus Rangkaian Paralel

Ilustrasi contoh soal rangkaian paralel. Sumber: Pixabay/jakob5200

Dikutip dalam buku Teori dan Aplikasi Fisika SMP Kelas IX oleh Budi Prasodjo, dkk (2007:38) rangkaian paralel adalah rangkaian komponen listrik yang disusun secara sejajar sehingga terbentuk cabang di antara sumber arus listrik. Pada rangkaian paralel arus yang mengalir pada setiap cabang berbeda, sedangkan beda potensialnya sama.

Rangkaian jenis ini memiliki kelebihan yaitu pembagian arus akan merata pada setiap bagian. Jika satu bagian terputus, bagian lain tidak akan terganggu. Listrik akan hemat, karena tidak semua menyala terus. Adapun rumus rangakain parallel yaitu:

  • I total = I1 + I2 + I3 + …

  • V total = V1 + V2 + V3 + …

  • 1/R total = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + …

Keterangan:

I: Kuat arus (Amper)

V: tegangan listrik (Volt)

R: Hambatan (Ohm)

Contoh Soal Rangkaian Paralel

Ilustrasi contoh soal rangkaian paralel. Sumber: Pixabay/kaboompics

Setelah mengetahui rumus dari jenis rangkaian parallel, untuk memudahkan pemahamam mengenai materi ini, alangkah baiknya simak contoh soal rangkaian paralel dan jawabannya berikut ini.

Contoh 1

6 buah hambatan yang identik dirangkai secara paralel. Hambatan total pengganti keenam hambatan tersebut adalah 1,5 Ohm. Tentukan besar tiap-tiap hambatan!

Jawab:

1/R total= 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R4 + 1/R5 + 1/R6

1/R total= 1/R + 1/R + 1/R + 1/R + 1/R + 1/R

1/1,5 = 6/R

R= 6 x 1,5

R= 9 Ohm

Jadi, besarnya tiap-tiap hambatan adalah 9 Ohm.

Contoh 2

Besarnya hambatan pada lampu k = hambatan lampu n = 8 Ohm. Sementara itu, besarnya hambatan lampu l = 12 Ohm, dan lampu m = 3 Ohm. Jika rangkaian tersebut dihubungkan dengan baterai bertegangan 12 Volt, tentukan besarnya energi yang mengalir pada rangkaian selama 4 s!

Jawaban:

1/R total = 1/Rk + 1/Rl + 1/Rm + 1/Rn

1/R total = 1/8 + 1/12 + 1/3 + 1/8

1/R total = (3+2+8+3)/24

1/R total= 16/24

R total= 24/16 ohm= 3/2 ohm

W= (V²x t)/R total

W= (12² x 4)/ 3/2

W= (144 x 4 x 2)/3

W= 384 Joule

Jadi, energi listrik yang mengalir pada rangkaian selama 4 s adalah 384 Joule.

Contoh 3

Besar hambatan pada lampu O dan P yang disusun secara paralel berturut-turut adalah 6 Ohm dan 9 Ohm. Jika kuat arus yang mengalir melalui lampu O adalah 1,25 A, tentukan jumlah kuat arus yang melalui rangkaian tersebut!

Jawaban:

V=Io x R0

V= 1,25 x 6

V= 7,5 volt

Ip=V/Rp

Ip= 7,5/9

Ip=0,83 A

I total= Io+Ip

I total= 1,25+0,83

I total= 2,08 A

Jadi, jumlah kuat arus yang melalui rangkaian tersebut yaitu 2,08 Ampere.

Semoga 3 contoh soal rangkaian paralel dan rumus di atas dapat menambah pengetahuan pembaca yang sedang memahami materi ini. (MRZ)

Baca juga: Pengertian Rangkaian Seri beserta Rumus dan Contohnya dalam Kehidupan