3 Contoh Sosialisasi Sekunder yang Dilakukan secara Formal atau Resmi

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh sosialisasi sekunder yang dilakukan secara formal atau resmi adalah contoh interaksi atau komunikasi yang dilakukan di luar lingkungan keluarga. Keluarga adalah lingkungan primer tempat seseorang melakukan sosialiasi yang paling utama.
Sosialisasi sekunder adalah proses pembelajaran nilai, norma, dan keterampilan yang terjadi di luar lingkungan keluarga. Biasanya hal semacam ini terjadi di institusi formal atau resmi.
Mengenal Contoh Sosialisasi Sekunder yang Dilakukan secara Formal atau Resmi
Sosialisasi sekunder yang dilakukan secara formal dan resmi adalah prosesl interaksi sosial, pembelajaran nilai, norma, dan keterampilan yang terjadi di luar lingkungan keluarga. Tapi masih dalam kerangka institusi-institusi yang diakui secara resmi dalam masyarakat.
Biasanya terjadi di institusi-institusi resmi atau organisasi yang memiliki struktur dan aturan dan tujuan yang jelas. Sosialisasi sekunder secara formal dan resmi berlangsung dalam lingkungan yang terorganisir dan diatur oleh aturan-aturan tertentu.
Berdasarkan buku Sosiologi: Memahami dan Mengkaji Masyarakat, Janu Murdiyatmoko, 2007, salah satu contoh sosialisasi sekunder yang dilakukan secara formal atau resmi adalah di lembaga pendidikan. Berikut adalah penjelasannya.
1. Sekolah
Sekolah adalah salah satu institusi utama tempat sosialisasi sekunder terjadi secara formal. Di sekolah, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga belajar norma-norma sosial, nilai-nilai, dan keterampilan-keterampilan sosial yang penting untuk berinteraksi dalam masyarakat.
Misalnya, di sekolah, siswa belajar tentang pentingnya disiplin, kerja sama, persamaan hak, dan nilai-nilai lainnya melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu mereka juga harus berinteraksi dengan guru dan teman sekolahnya.
2. Perguruan Tinggi atau Universitas
Perguruan tinggi juga merupakan bentuk sosialisasi sekunder. Di perguruan tinggi atau universitas, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dalam bidang akademis tertentu, tetapi juga terlibat dalam proses pembelajaran yang lebih kompleks.
Baik itu tentang nilai-nilai budaya, etika profesional, maupun keterampilan sosial yang diperlukan untuk sukses dalam karier dan kehidupan pribadi. Mahasiswa belajar berpikir kritis, menghargai keberagaman, dan mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi mereka di universitas.
3. Pekerjaan atau Tempat Kerja
Sosialisasi sekunder juga terjadi di tempat kerja atau dalam lingkungan pekerjaan. Di tempat kerja, seseorang belajar tentang budaya organisasi, struktur hierarki, norma-norma profesional, dan nilai-nilai perusahaan.
Mereka belajar bagaimana berperilaku di tempat kerja dan menyesuaikan diri dengan aturan dan kebiasaan yang berlaku. Termasuk juga mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk sukses dalam pekerjaan mereka.
Baca Juga: 3 Fungsi Komunikasi Organisasi pada Lingkungan
Bisa dipahami bahwa contoh sosialisasi sekunder yang dilakukan secara formal atau resmi adalah hal-hal yang sering terjadi di lembaga formal. Baik lembaga pendidikan atau institusi yang berhubungan dengan pekerjaan. (DNR)
