3 Contoh Stratifikasi Sosial Terbuka dan Pengertiannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stratifikasi sosial adalah suatu bentuk organisasi masyarakat yang membagi individu-individu ke dalam lapisan atau tingkatan berdasarkan faktor-faktor tertentu, seperti status sosial, pendidikan, dan ekonomi. Tentu terdapat beberapa contoh stratifikasi sosial terbuka yang bisa dicermati dan dipelajari.
Mengutip buku Kumpulan Materi Ajar Kreatif, Nanda Hidayati (2020:87), masyarakat yang memiliki sistem stratifikasi sosial terbuka memberi kesempatan pada para anggotanya untuk melakukan mobilitas sosial vertikal yang terjadi dapat berupa social climbing atau social sinking.
Contoh Stratifikasi Sosial Terbuka yang Perlu Diketahui
Stratifikasi sosial perlu dipelajari supaya setiap orang semakin paham dengan lingkup masyarakat di sekitarnya. Salah satu jenis stratifikasi sosial adalah stratifikasi sosial terbuka, yang artinya individu memiliki kesempatan untuk berpindah antar tingkatan sosial.
Stratifikasi sosial terbuka lebih mengacu kepada adanya dinamika serta mobilitas yang lebih besar. Dalam konsep ini, masyarakat bisa menjadi lebih bebas untuk berpindah dari strata sosial satu ke yang lainnya.
Perubahan ini juga bisa terjadi baik secara horizontal maupun juga vertikal. Pada stratifikasi sosial terbuka, masyarakat untuk bisa berpindah harus mengalami perjuangan yang tidak mudah.
Berikut contoh stratifikasi sosial terbuka yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Jabatan karyawan di perusahaan yang bisa naik karena performa yang bagus dan membuat status sosialnya juga naik.
Karyawan diturunkan dari jabatan pekerjaan karena performa yang semakin memburuk dan membuat status sosialnya juga menurun.
Seorang penjual makanan awalnya membuka dagangan di kaki lima. Setelah lama berjualan dan berusaha mengembangkan bisnisnya, sekarang ia dapat membuka restoran dengan banyak cabang. Banyaknya jumlah restoran yang dimiliki bisa membantu mengangkat strata sosialnya menjadi lebih tinggi.
Baca juga: Tiga Manfaat Hidup Berbagi dari Segi Sosial
Jenis Stratifikasi Sosial Tertutup dan Stratifikasi Sosial Campuran
Sesuai jenis stratifikasi sosial, ada dua jenis lainnya yaitu stratifikasi sosial tertutup dan stratifikasi sosial campuran. Bagaimana penjelasannya?
1. Stratifikasi Sosial Tertutup
Pada stratifikasi sosial tertutup, sifatnya lebih mengarah ke diskriminatif dan sulit untuk bisa melakukan mobilitas secara vertikal.
Di dalam konsep ini, masyarakat hanya bisa melakukan perubahan mobilitas sosial secara horizontal. Dalam pemahaman yang lainnya, seseorang bisa masuk ke strata sosial tertentu dikarenakan ketentuannya berdasarkan pada kelahiran.
Hal ini membuat adanya pembatasan atau bahkan tidak mungkin untuk bisa berpindah ke strata sosial yang lainnya.
2. Stratifikasi Sosial Campuran
Sesuai namanya, stratifikasi sosial campuran merupakan hasil gabungan dari stratifikasi sosial terbuka dan tertutup. Pada stratifikasi sosial satu ini, sifat yang dimilikinya mirip dengan kedua jenis tersebut.
Masyarakat bisa untuk berpindah dari satu strata sosial ke strata sosial lainnya yang ada di daerah dengan lapisan sosial yang sifatnya jauh lebih terbuka.
Misalnya, yaitu seseorang bisa saja untuk lahir ke dalam keluarga dengan status sosial menengah maupun bawah. Namun, dengan usaha yang dilakukannya, ia bisa berubah untuk memiliki status sosial di atas.
Adanya stratifikasi sosial membuat sebuah standar sendiri dalam masyarakat yang mensyaratkan hal-hal tertentu untuk mencapai suatu lapisan struktur sosial tertentu, termasuk jenis dan contoh stratifikasi sosial terbuka dalam pembahasan di atas. (VAN)
