Konten dari Pengguna

3 Contoh Tari Primitif di Indonesia beserta Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Tari Primitif. Sumber: Pixabay/OverTravel50AndLifestyle
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Tari Primitif. Sumber: Pixabay/OverTravel50AndLifestyle

Terdapat sejumlah contoh tari primitif di Indonesia. Meski begitu, istilah tari primitif sendiri masih kurang familiar bagi sebagian kalangan.

Sesuai namanya, tari primitif sudah berkembang sejak masa primitif atau sebelum masyarakat mempunyai peradaban. Bahkan tari primitif sudah ada sebelum munculnya tari tradisional.

Mengenal Tari Primitif

Ilustrasi Contoh Tari Primitif. Sumber: Pixabay/nikolabelopitov

Sebelum membahas mengenai contoh tari primitif di Indonesia, sebaiknya ketahui lebih dulu tentang tari primitif.

Dikutip dari Buku Siswa Seni Budaya SMP/MTs Kelas 8, Sri Sudaryati dan Boiman (2021:103), tari primitif adalah jenis-jenis tari yang mempunyai kesederhanaan dalam bentuk gerak, iringan, kostum, tata rias, tata panggung, serta perlengkapan menari.

Umumnya, tari primitif mempunyai kekuatan magis atau sakral. Fungsinya antara lain untuk upacara kelahiran, upacara menginjak dewasa, upacara perkawinan, upacara kematian, dan lain sebagainya.

Tari primitif sudah ada sejak tahun 20.000 SM hingga 400 M. Pada masa itu, terjadi periodenisasi seni tari dengan bentuk tarian yang hanya diiringi sorak sorai dan tepuk tangan.

Seiring berjalannya waktu, pada zaman logam seni tari sudah mulai menggunakan instrumen sederhana seperti nekara.

Tari primitif memiliki sejumlah ciri-ciri yang membedakannya dari jenis tarian lainnya, antara lain:

  1. Gerakan kaki tergolong sederhana, yakni hanya berupa depakan-depakan kaki, loncat-loncat, dan gerakan-gerakan anggota badan yang hanya sebagian.

  2. Gerakan dilakukan dengan tujuan tertentu, seperti meniru gerakan binatang karena berburu, ritual tertentu, atau panen.

  3. Umumnya memiliki pola lantai berbentuk lingkaran yang menggambarkan kekuatan.

  4. Musik pengiringnya sanga sederhana dalam penggunaan alat instrumen maupun ritme atau irama. Misalnya berupa suara tepuk tangan, nyanyian, dan teriakan manusia.

  5. Bersifat sakral atau disucikan karena umumnya dilakukan untuk upacara keagamaan.

  6. Menggunakan riasan sederhana dan dapat berakulturasi dengan alam sekitar.

Baca juga: Aturan dalam Tarian Tradisional beserta Pengertian dan Contoh

3 Contoh Tari Primitif

Ilustrasi Contoh Tari Primitif. Sumber: Unsplash/Jesman Fabio

Di Indonesia terdapat sejumlah tari primitif yang masih dikenal dan dilestarikan hingga kini. Berikut di antaranya.

1. Tari Tor-Tor

Tari Tor-Tor merupakan tarian purba dari Batak Toba yang berasal dari Sumatera Utara. Tari Tor-Tor merupakan tari seremonial yang ditampilkan dengan musik gordang. Gerakan tarian ini menunjukkan sebuah media komunikasi dan interaksi antarpartisipan upacara.

2. Tari Perang

Tari Perang adalah tari primitif yang berasal dari Papua Barat. Tarian ini umumnya dimainkan oleh penarik laki-laki yang ditampilkan secara berkelompok, minimal tujuh orang.

Sesuai namanya, tari Perang dilakukan untuk membangkitkan semangat para prajurit yang akan pergi berperang.

3. Tari Hudoq

Tari Hudoq merupakan tari primitif dan sakral yang berasal dari Kalimantan Timur. Tarian ini sangat erat kaitannya dengan prosesi ritual adat.

Ciri khas tari Hudoq terletak pada penarinya yang menggunakan topeng menyerupai binatang buas yang terbuat dari kayu.

Demikian ulasan mengenai 3 contoh tari primitif di Indonesia beserta penjelasannya. Sebagai bagian dari kesenian asli Indonesia, sudah sepatutnya untuk dilestarikan hingga tetap dikenal di masa mendatang. (YAS)