3 Contoh Teater Klasik dan Ciri-cirinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teater adalah sebuah seni pertunjukan yang sudah ada sejak zaman dahulu. Berdasarkan temuan naskah teater kuno di Yunani, terungkap bahwa teater sudah ada sejak abad ke-5 SM. Di Indonesia, contoh teater klasik yang cukup populer adalah pertunjukan wayang kulit.
Dikutip dari buku Pelajaran Seni Budaya 1: Seni Rupa & Seni Teater untuk SMA Kelas X, Drs. Margono, M.Sn., dkk., (2010: 56), istilah teater berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata theatron, yang diturunkan dari kata theaomai, yang berarti takjub memandang atau melihat.
Secara harfiah, teater berarti gedung atau tempat pertunjukan. Namun, kata teater saat ini lebih dimaknai sebagai drama atau segala sesuatu yang berkaitan dengan drama dan acting lakon.
Ciri-ciri dan Contoh Teater Klasik yang Populer di Indonesia
Seni teater terdiri dari berbagai macam bentuk, dan salah satunya adalah teater tradisional.
Ciri khas teater tradisional adalah tidak menggunakan naskah atau tampil dengan improvisasi, dan bersifat supel. Teater tradisional juga dilakukan dengan persiapan yang sederhana.
Teater tradisional sendiri, oleh Kasim Ahmad, diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu teater rakyat, teater klasik, dan teater transisi.
Berkenaan dengan teater klasik, ada beberapa ciri-ciri teater klasik yang tidak dimiliki jenis teater lainnya, yaitu:
Sifat teater ini sudah mapan. Artinya, segala sesuatunya sudah teratur, dengan cerita dan pelaku yang terlatih, serta gedung pertunjukan yang memadai dan tidak lagi menyatu dengan kehidupan rakyat (penontonnya).
Lahirnya jenis teater ini dari pusat kerajaan.
Lekat dengan unsur feodalisme, yakni sistem sosial atau politik yang memberikan kekuasaan yang besar pada golongan bangsawan.
Adapun contoh teater klasik yang populer di Indonesia, antara lain:
1. Wayang Kulit
Wayang kulit adalah seni pertunjukan dongeng yang berasal dari Pulau Jawa. Seni pertunjukan ini dilakukan dengan menggunakan wayang yang dibuat dari kulit binatang, biasanya kulit kerbau, berbentuk pipih, diberi warna, dan bertangkai.
Pertunjukan wayang kulit biasanya dilakukan pada malam hari.
2. Wayang Golek
Wayang golek adalah seni pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu, yang berasal dari Tanah Pasundan.
Ada dua macam wayang golek, yaitu wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa.
3. Wayang Orang
Wayang orang, atau dalam bahasa Jawa disebut dengan wayang wong, adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang.
Oleh suku Banjar, Kalimantan Selatan, wayang orang disebut dengan wayang gung. Sementara itu, wayang orang yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng.
Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian.
Saat ini, wayang orang tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur.
Baca juga: 4 Unsur Teater Tradisional dan Teknik Pementasan
Itulah 3 contoh teater klasik yang populer di Indonesia beserta ciri-cirinya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa di Indonesia seni teater sudah menjadi kesenian yang populer dan memiliki banyak penggemar. (ARN)
