3 Contoh Tembang Dolanan yang Banyak Dinyanyikan Anak-anak

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat banyak contoh tembang dolanan yang masih populer dan dinyanyikan anak-anak. Meski sudah di era modern, tembang dolanan masih lestari dan cukup sering dinyanyikan saat sedang bermain.
Tembang dolanan adalah bagian dari kebudayaan Indonesia. Kebudayaan ini merupakan warisan dari budaya nenek moyang yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Mengenal Tembang Dolanan
Dikutip dari buku Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk SD/MI Kelas V, Wijayanti dan Armi (2023:18), tembang dolanan adalah lagu yang biasanya dinyanyikan oleh anak-anak ketika sedang bermain.
Tembang dolanan tidak hanya sekadar lagu untuk mengiringi sebuah permainan, tetapi juga memiliki pesan moral. Karena itu, tembang dolanan dapat digunakan untuk memberikan pendidikan moral kepada anak.
Hal ini sesuai dengan sifat didaktis dan sosial pada tembang dolanan. Sifat didaktis adalah terkandung makna tersirat di dalam sebuah lagu, sama halnya dengan penyampaian pesan dalam bentuk perumpamaan.
Sedangkan sifat sosial artinya tembang dolanan mempunyai hubungan sosial dan menumbuhkan sifat toleransi antar sesama.
Baca juga: Macam-macam Alat Musik Harmonis Tradisional Indonesia
Contoh Tembang Dolanan
Dari sekian banyak tembang dolanan yang ada, terdapat sejumlah tembang dolanan yang masih eksis di kalangan anak-anak meskipun dihantam kerasnya globalisasi. Berikut di antaranya.
1. Cublak-cublak Suweng
Cublak cublak suweng, suwenge teng gelenter
Mambu ketundhung gudel
Pak empo lera lere, sapa guyu delekake
Sir sir pong dhele gosong
Sir sir pong dhele gosong.
Pesan moral dalam tembang dolanan Cublak-cublak Suweng adalah untuk mencari harta tidak boleh menuruti hawa nafsu, namun harus menggunakan hati nurani yang bersih.
2. Gundul-gundul Pacul
Gundul gundul pacul cul, gembelengan
Nyunggi nyunggi wakul kul, gembelengan
Wakul ngglimpang, segane dadi sak ratan
Wakul ngglimpang, segane dadi sak ratan.
Berdasarkan tembang Gundul-gundul Pacul dapat dipetik pesan moral bahwa sombong merupakan sikap yang tidak baik. Jika terlalu sombong, maka hanya berakibat pada kegagalan.
3. Ilir-ilir
Lir ilir, lir ilir, tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu yo peneken kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro, dodotiro, kumitir bedhah ing pinggir
Dondomana j’rumatana kanggo seba mengko sore
Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane
Yo surako surak hiyo
Dari tembang dolanan Ilir-ilir, didapati pesan moral bahwa meskipun hidup penuh tantangan dan beban, baiknya tetap harus dihadapi dan dikerjakan.
Demikian penjelasan mengenai 3 contoh tembang dolanan yang banyak dinyanyikan anak-anak. Semoga tembang dolanan dapat terus lestari dan dinyanyikan oleh anak-anak di masa mendatang. (YAS)
