Konten dari Pengguna

3 Dampak Terjadinya Tekanan dan Deformasi Kerak Bumi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak tekanan dan deformasi kerak bumi. Sumber: Pixabay / balouriarajesh
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak tekanan dan deformasi kerak bumi. Sumber: Pixabay / balouriarajesh

Litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan. Karena tersusun atas batuan, kerak bumi dapat mengalami deformasi. Salah satu dampak terjadinya tekanan dan deformasi kerak bumi adalah timbulnya bencana, seperti erosi dan tanah longsor.

Deformasi sering juga disebut dengan strain. Deformasi sendiri diartikan sebagai perubahan bentuk posisi dan dimensi dari suatu benda.

Adapun pengertian deformasi batuan seperti dikutip dari buku Pengantar Geologi, Djauhari Noor, (2014: 417), adalah perubahan bentuk dan ukuran pada batuan sebagai akibat dari gaya yang bekerja di dalam bumi.

Beberapa Dampak Terjadinya Tekanan dan Deformasi Kerak Bumi

Ilustrasi dampak tekanan dan deformasi kerak bumi. Sumber: Pixabay / Angelo_Giordano

Deformasi pada kerak bumi dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti temperatur dan tekanan, kecepatan gerakan, juga sifat material.

Lalu, apa saja dampak terjadinya tekanan dan deformasi kerak bumi? Dampak terjadinya tekanan dan deformasi kerak bumi, antara lain sebagai berikut.

1. Gempa Bumi

Dalam buku Seri Fenomena Alam dan Mitigasi: Gempa Bumi, Ruyani, (halaman 22), disebutkan bahwa gempa bumi biasanya terjadi akibat pergerakan sesar atau terjadinya deformasi pada kerak bumi bagian atas.

Menurut ilmu geofisika, sesar (patahan) terjadi ketika batuan mengalami tekanan dan suhu yang rendah sehingga sifatnya menjadi rapuh.

2. Erosi dan Longsoran

Dalam teori "Tektonik Lempeng", disebutkan bahwa kulit bumi tersusun dari lempeng-lempeng yang saling bergerak satu sama lain.

Pergerakan lempeng-lempeng tersebut dapat berupa pergerakan yang saling mendekat (konvergen), saling menjauh (divergen), atau saling berpapasan (transform).

Tektonisme yang berupa tekanan, regangan, dan deformasi pada kerak bumi, dapat menyebabkan terjadinya erosi dan longsoran.

3. Terbentuknya Berbagai Jenis Pegunungan

Pergeseran kerak bumi baik secara vertikal maupun secara horizontal akan mendorong terbentuknya berbagai jenis pegunungan dan cekungan sedimen.

Ada dua tipe pegunungan hasil deformasi, yaitu:

  • Pegunungan Blok Patahan

    Pegunungan ini terbentuk dari patahan. Contohnya: Pegunungan Sierra Nevada California AS.

  • Pegunungan Lipatan dan Thrust

    Pegunungan ini terbentuk akibat stres kompresi besar yang menyebabkan batuan di antara dua blok benua terlipat dan terpatahkan, kemudian terdorong ke atas hingga membentuk pegunungan lipatan dan thrust. Contoh: Pegunungan Himalaya.

Baca juga: Pengertian Siklus Batuan dan Tahapannya

Itulah penjelasan singkat mengenai deformasi, serta dampak terjadinya tekanan dan deformasi kerak bumi. Semoga bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan. (ARN)