Konten dari Pengguna

3 Fungsi Kawat Kasa dan Cara Penggunaannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi kawat kasa. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi kawat kasa. Foto: Pixabay.

Kawat kasa merupakan lembaran-lembaran kawat tipis yang dilengkapi dengan lapisan kemarik pada bagian tengahnya. Biasanya kawat kasa ini digunakan dalam laboratorium untuk keperluan penelitian. Fungsi kawat kasa memang tidak istimewa, tapi kegunaannya sangat beragam.

Kawat kasa ditempatkan pada sebuah cincin penyangga yang dipasang dalam retort di antara pembakar. Hal ini berguna untuk menopang sebuah gelas atau alat laboratorium selama melakukan pemanasan.

Fungsi Kawat Kasa

Ilustrasi fungsi kawat kasa. Foto: Pixabay.

Melansir buku Pengenalan Alat-Alat Praktikum IPA, Rasmini, Haslinda, Muhammad Arsyad (2021:98), fungsi kawat kasa yang utama yaitu sebagai tempat meletakkan wadah dalam proses pemanasan, sehingga banyak hal yang dapat dilakukan dengan menggunakan kasa kawat.

Berikut beberapa fungsi lainnya dari kawat kasa.

1. Alat Pemanasan

Kawat kasa berfungsi sebagai alat untuk meratakan pemanasan saat melakukan kegiatan penelitian dalam laboraturium. Maka dari itu, tidak heran setiap laboraturium pasti memiliki alat ini untuk membantunya selama kegiatan.

2. Menahan Beban

Fungsi lain dari kawat kasa adalah untuk menahan beban di atas kaki tiga laboraturium. Kaki tiga merupakan salah satu dari instrumen peralatan dalam hal penelitian yang berguna sebagai penyangga alat pada proses pemanasan.

3. Meratakan Api

Kawat kasa berfungsi untuk meratakan api saat proses pembakaran berlangsung. Biasanya saat proses pemanasan, peneliti menggunakan pemanas bunsen atau pemanas spiritus, dan kawat kasa bisa diandalkan saat pembakaran.

Cara Penggunaan

Fungsi kawat kasa. Gambar hanya ilustrasi. Foto: Pixabay.

Setelah mengetahui fungsi kawat kasa, selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan cara menyiapkan alat apa saja yang ingin digunakan, merangkai alat-alat yang sudah tersedia, dan yang terakhir yaitu nyalakan bunsen dan melakukan proses pembakaran.

Baca Juga: Fungsi Statif dan Cara Kerjanya dalam Laboratorium

Fungsi kawat kasa memang terbilang tidak beragam seperti kegunaan alat lainnya yang ada dalam laboratorium. Namun, alat ini memiliki fungsi yang sangat berguna agar kegiatan selama penelitian berjalan dengan lancar. Pastikan alat ini selalu tersedia dalam laboratorium, ya.

(LFP)