3 Fungsi Sitosol dalam Organel Sel Hewan dan Sifat-sifatnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan tersusun atas sel. Salah satu bagian yang terdapat di dalam sel adalah sitosol. Fungsi sitosol sangat penting dalam mengakumulasi hasil sekresi sel.
Hal ini disebabkan karena sitosol memiliki cairan di dalam sel (intraseluler), terutama yang terdiri dari air dan juga cairan di luar sel (ekstraseluler), yang mengandung substansi penting bagi sel. Tidak heran jika organel sel ini memiliki peranan penting bagi sel.
Fungsi Sitosol dalam Organel Sel Hewan
Sitosol merupakan zat yang mirip dengan jeli yang semi cair yang berada pada tempat organel dan komponen-komponen lain di dalam sel. Biasanya, sitosol juga disebut sebagai cairan sitoplasma. Bagian dari sitoplasma ini mengisi area antara organel-organel dan menyumbang sekitar setengah dari volume sel.
Umumnya, sitosol mengandung enzim yang larut dan protein, termasuk enzim yang terlibat dalam proses glikolisis dan enzim yang membantu mengangkut asam amino untuk digunakan dalam sintesis protein. Adapun fungsi sitosol dalam organel sel hewan bisa diketahui sebagai berikut.
1. Sebagai Tempat Sintesis Protein
Larutan yang ada di dalam sitosol mengandung ribuan enzim yang berbeda dan berperan dalam berbagai proses metabolisme. Selain itu, cairan tersebut penuh dengan ribosom, mRNA, dan tRNA yang aktif menyintesis protein.
Sekitar setengah dari protein yang dihasilkan melalui sintesis diawasi oleh ribosom. Selanjutnya, hasil sintesis tersebut diprogramkan untuk tetap berada di dalam sitosol.
2. Tempat Penyimpanan Sumber Bahan Kimia
Sumber bahan kimia penting bagi sel disimpan di dalam sitosol meliputi senyawa-senyawa organik terlarut, gas, ion-ion, garam, asam lemak, asam amino, nukleotida, protein, dan RNA.
3. Memengaruhi Aktivitas Enzim
Air yang membentuk sitosol sendiri berkisar 70% volumenya. Tentu saja ini bisa memengaruhi aktivitas enzim.
Banyaknya air dalam sitosol memengaruhi pH enzim dalam sitoplasma, yang dapat berkisar antara 7,0 dan 7,4. Jumlah air yang berlimpah dalam organel ini juga bisa memengaruhi lingkungan seluler enzim.
Sifat-sifat Sitosol
Mengutip dari buku Biologi Sel, Swastika Oktavia, dkk (2023:43-44), sitosol dapat disebut sebagai protoplasma. Hal ini disebabkan karena sitosol memiliki dua bagian utama, yaitu sitoplasma (dalam sel) dan neukleoplasma (dalam inti sel). Adapun sifat-sifat organel sel sitosol bisa diketahui sebagai berikut ini.
1. Sifat Fisika
Sifat fisika yang dimiliki sitosol berupa protoplasma karena terdiri atas tiga sistem saluran, yaitu:
Solusi merupakan zat terlarut yang berada di dalam larutan dengan diameter < 0,0001 mm.
Suspensi merujuk pada zat terlarut yang berada di dalam larutan dengan diameter > 0,1 mm.
Koloid adalah zat terlarut yang berada di dalam larutan dengan diameter antara 0,001-0,1.
2. Sifat Kimia
Sifat kimia yang dimiliki oleh sitosol bisa diketahui sebagai berikut ini.
Dalam analisis abu Sachs, komposisi protoplasma terdiri dari elemen, seperti C, H, O, N, S, P, K, Ca, Mg, Fe, Na, Cl, dan I.
Sitosol protoplasma terdiri dari komponen anorganik, seperti air, asam (NHO3, HCl), basa (NaOH, KOH), dan garam (NaCl, MgCl, dan NaHCO3).
Karbohidrat, lemak, dan protein adalah senyawa organik yang membentuk sitosol atau protoplasma.
Baca juga: Fungsi Ribosom dalam Sel Tubuh Manusia
Itulah fungsi sitosol sebagai organel sel hewan. Pada dasarnya, sitosol memiliki peran penting dalam proses metabolisme dalam sel hewan karena mengandung ribosom, mRNA, dan tRNA. (NTA)
