Konten dari Pengguna

Fungsi Ribosom dalam Sel Tubuh Manusia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi ribosom. Sumber: unsplash.com/Braňo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi ribosom. Sumber: unsplash.com/Braňo

Tubuh manusia sangat kompleks dan terdiri dari jutaan sel yang membentuk jaringan serta organ. Di dalam sel yang super kecil berukuran mikroskopis terdapat satu komponen yang disebut dengan ribosom. Fungsi ribosom dalam tubuh manusia tentu sangat krusial.

Di balik ukurannya yang mikroskopis, ribosom memiliki peran besar untuk metabolisme di dalam setiap sel tubuh manusia. Tanpa ribosom, sebuah sel tidak bisa hidup dan berkembang dengan baik.

Fungsi Ribosom

Ilustrasi fungsi ribosom. Sumber: unsplash.com/unsplash+

Dikutip dari buku Biologi Jilid 1 Edisi 5 karya Neil A. Campbell, dkk. (2002:120),rRibosom merupakan tempat sel membuat protein. Sel yang memiliki laju sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak.

Misalnya, sel hati manusia memiliki beberapa juta ribosom. Tidak mengejutkan jika sel yang aktif dalam mensintesis protein juga memiliki nukleoli (inti sel) yang terlihat jelas.

Ribosom bebas tersuspensi dalam sitosol, sementara ribosom terikat dilekatkan pada bagian luar jalinan membran yang disebut retikulum endoplasmik.

Sebagian besar protein yang dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol. Contohnya ialah enzim-enzim yang mengkatalisis proses metabolisme yang bertempat di dalam sitosol.

Baca juga: 5 Jenis Penelitian Lengkap dengan Penjelasannya

Ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimaksudkan untuk dimasukkan ke dalam membran, untuk pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom, atau untuk dikirim ke luar sel.

Sel yang terspesialisasi dalam sekresi protein misalnya, sel pankreas dan kelenjar lain yang mensekresi enzim-enzim pencernaan seringkali bagian terbesarnya berupa ribosom terikat.

Ribosom terikat dan bebas secara struktural identik dan dapat saling bertukar tempat, dan selnya dapat menyesuaikan jumlah relatif dari masing-masing jenis ribosom begitu metabolismenya berubah.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi ribosom adalah tempat pembentukan protein di dalam sel. Protein diperlukan tubuh untuk membangun jaringan, memperbaiki sel tubuh yang rusak dan lain sebagainya.

Keberadaan ribosom sangat krusial dikarenakan tubuh tidak akan mampu menjalankan fungsinya tanpa protein. Dengan adanya ribosom sebagai tempat sintesis protein, fungsi tubuh bisa tetap normal sebagaimana mestinya.

Meskipun ribosom berukuran sangat kecil dan tidak bisa dilihat tanpa mikroskop, namun fungsinya sangat besar dan tidak bisa dianggap remeh. (IMA)