Konten dari Pengguna

3 Fungsi Tanda Petik Dua Menurut EYD V

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi tanda petik dua. Sumber: unsplash.com/BiancaNaira.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi tanda petik dua. Sumber: unsplash.com/BiancaNaira.

Fungsi tanda petik dua dalam percakapan sehari-hari sering merujuk ke arti kata yang tidak sebenarnya. Kadang tanda petik juga digunakan untuk menyindir seseorang.

Namun dalam tata bahasa Indonesia, tanda petik memiliki banyak kegunaan. Tanda tersebut harus digunakan dengan benar dalam kepenulisan.

Ketahui Fungsi Tanda Petik Dua

Ilustrasi fungsi tanda petik dua. Sumber: unsplash.com/EdUs.

Dikutip dari Pendidikan Bahasa Indonesia, Muqtafin dan Kawan-kawan (2023:156), tanda baca membantu pembaca untuk memahami jalan pikiran penulis. Tanpa tanda baca, sebuah tulisan akan membingungkan atau bahkan tidak memiliki arti.

Tanda baca tidak berhubungan dengan fonem atau kata dan frasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur, organisasi, jeda dan intonasi suatu tulisan. Salah satu tanda baca dalam bahasa Indonesia adalah tanda petik dua.

Tanda petik dua umumnya mengapit kata atau kalimat. Menurut EYD V (Ejaan Yang Disempurnakan Edisi Kelima), fungsi tanda petik dua adalah sebagai berikut.

1. Digunakan untuk Mengapit Petikan Langsung yang Berasal dari Pembicaraan, Naskah atau Bahan Tertulis Lainnya

Jadi, petikan langsung itu tidak selalu berupa percakapan antara dua orang atau lebih. Isi undang-undang juga merupakan petikan.

Contoh:

  1. "Anak-anak, hari ini kita akan mengerjakan kuis."

  2. "Ayo, kita rencanakan liburan ke rumah nenek," ajak ibu, "karena nenek sudah kangen."

  3. Menurut Undang-undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat (1), "Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara."

2. Digunakan untuk Mengapit Judul Puisi, Judul Lagu, Judul Artikel, Judul Naskah, Judul Bab Buku, Judul Pidato/Khotbah atau Tema/Subtema yang Terdapat Di Dalam Kalimat

Selain diberi tanda petik, judul juga ditulis dengan huruf miring. Agar tidak bingung, berikut contohnya:

  1. Kami sedang berdiskusi tentang "Cara Memperoleh Modal bagi UMKM" dalam buku Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan Melalui UMKM.

  2. Peserta seminar memulai acara dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya".

  3. Ustazah yang ramah itu memberikan tauziah tentang "Bersikap Lemah Lembut pada Anak".

3. Digunakan Untuk Mengapit Istilah Ilmiah yang Kurang Dikenal atau Kata yang Mempunyai Arti Khusus

Meski memiliki arti khusus, biasanya pembaca dan penulis sudah paham apa yang dimaksud dengan kata tersebut.

Contoh:

  1. Memberikan "amplop" kepada petugas berarti mendukung pungutan liar.

  2. Dia diterima di perusahaan itu berkat "orang dalam".

  3. Para penyelundup di deretan penonton konser itu harus menyiapkan "salam tempel" untuk panitia.

Fungsi tanda petik dua dapat memperjelas maksud penulis. Namun untuk penulisannya juga harus diperhatikan agar posisinya tertukar dengan tanda baca lain, seperti koma dan titik. (lus)

Baca juga: Ketahui Fungsi Penggunaan Tanda Baca dalam Bacaan