3 Jenis Jamur Tembok yang Perlu Diwaspadai

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis jamur tembok sering menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan di dalam rumah atau gedung lainnya. Meskipun terlihat sepele, keberadaan jamur di dinding bisa menimbulkan bau apek dan merusak estetika ruangan.
Sayangnya, masih ada sebagian orang yang bingung membedakan jenis-jenis jamur tersebut. Padahal dengan mengenali varian jamur tembok, bisa membantu menentukan cara menanganinya.
Mengenal Berbagai Jenis Jamur Tembok yang Biasa Muncul di Rumah atau Gedung
Jamur tembok adalah masalah yang cukup umum terjadi di hunian, terutama pada bangunan yang lembap, kurang ventilasi, atau mengalami kebocoran. Selain mengganggu estetika karena meninggalkan noda di dinding, jamur juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan penghuni rumah.
Berikut adalah beberapa jenis jamur tembok yang paling sering muncul di rumah dan bangunan lainnya.
1. Jamur Hijau (Aspergillus atau Cladosporium)
Jenis jamur tembok ini sering terlihat sebagai bercak kehijauan atau kehijauan gelap. Cenderung berkembang di area lembap yang mendapatkan cahaya terbatas, seperti sudut langit-langit, dinding kamar tidur, atau belakang lemari.
Pertumbuhannya merambat, kadang berbentuk bercak-bercak kecil. Terkadang disertai bau lembap yang khas. Beberapa jenis jamur hijau bersifat alergenik dan dapat menyebabkan iritasi mata, bersin-bersin, hingga asma pada orang yang sensitif.
2. Jamur Hitam (Black Mold / Stachybotrys Chartarum)
Jamur jenis ini termasuk yang paling berbahaya dan sering muncul di area yang sangat lembap, seperti kamar mandi, dapur, atau dinding dekat pipa bocor. Jamur hitam berwarna gelap, cenderung pekat dan tebal, serta mudah menyebar ke permukaan lain.
Black mold menghasilkan mikotoksin yang bisa menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi kulit, sakit kepala, hingga infeksi jika terhirup dalam jumlah banyak. Jika ingin membersihkannya, sangat dianjurkan untuk menggunakan pelindung seperti masker dan sarung tangan.
3. Jamur Putih (White Mold)
Seringnya, sebagian orang menganggap jamur putih tidak berbahaya, padahal tetap perlu diwaspadai. Warnanya mirip bedak atau tepung yang menyebar di permukaan tembok atau kayu. Biasanya muncul di ruangan yang cenderung gelap dan lembap.
Walau tidak seberbahaya jamur hitam, paparan terus-menerus terhadap jamur putih dapat memicu alergi, hidung tersumbat, dan mata gatal. Kondisi ini bisa lebih buruk pada orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Menurut buku 81 Tips Mengatasi Kerusakan Rumah, Titut Wibisono, (2007), untuk mencegah dan mengatasi jamur tembok, perlu mengetahui penyebab utamanya lebih dulu. Bisa karena tingkat kelembapan, sirkulasi udara yang buruk, atau adanya kebocoran dalam sistem air di bangunan.
Mengetahui berbagai jenis jamur tembok sangat penting agar bisa mengenali, mengatasi, dan mencegahnya. Pastikan rumah atau bangunan memiliki ventilasi yang baik, bebas dari kebocoran, dan bersih agar jamur tidak sempat berkembang. (DNR)
Baca Juga: 5 Jenis Jamur yang Bisa Dikonsumsi oleh Manusia
