3 Jenis-jenis Proyeksi Aksonometri dan Cirinya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat banyak jenis proyeksi dalam menggambar suatu benda, salah satunya adalah proyeksi aksonometri. Jenis-jenis proyeksi aksonometri sendiri terbagi lagi menjadi 3 bentuk. Hal tersebut dikelompokkan berdasarkan bentuk gambar dan ciri lainnya.
Dikutip dari buku Memodelkan Sambungan Kayu, Pintu dan Jendela dengan Sketchup, Erik Slamet (2020:3), proyeksi aksonometri adalah jenis proyeksi yang mengambil arah pandang tidak lurus terhadap sisi atau permukaan objek sehingga akan menimbulkan kesan 3 dimensi.
Selain itu, proyeksi aksonometri ini dapat berguna untuk memberikan detail pada bentuk bangunan. Seperti contoh detail struktur, potongan bangunan, hingga inferiornya. Hal ini akan membuat bangunan terasa lebih nyata.
Jenis-jenis Proyeksi Aksonometri dan Ciri-cirinya
Proyeksi aksonometri umumnya digunakan untuk membuat benda atau objek yang digambar terlihat nyata dan berbentuk 3 dimensi. Jenis-jenis proyeksi aksonometri sangat beragam. Apa saja?
1. Proyeksi Isometri
Proyeksi isometri termasuk dalam proyeksi yang cukup akurat dalam menggambarkan objek. Sebab, ketentuan sudut serta skala pada proses penggambaran objek 3 dimensi sudah ditetapkan sebelumnya Ciri-ciri dari proyeksi ini adalah sebagai berikut.
Memiliki sumbu x dan y yang bersudut 30 derajat terhadap sumbu mendatar.
Memiliki ukuran yang sama pada panjang gambar dan panjang benda yang digambar.
Besar sudut antar sumbu satu dengan sumbu lainnya adalah 120 derajat
2. Proyeksi Dimetri
Jenis proyeksi aksonometri selanjutnya adalah proyeksi dimetri. Proyeksi ini juga termasuk dalam perbaikan dan penyempurnaan dari proyeksi isometri. Namun, garis yang tumpang tindih pada jenis sebelumnya tidak akan terlihat dalam proyeksi isometri.
Ciri-ciri dari proyeksi dimetri adalah sebagai berikut.
Memiliki sumbu x dengan besar sudut 10 derajat.
Memiliki sumbu y sebesar 40 derajat.
Memiliki perbandingan skala ukuran sumbu x = 1:1, dan skala pada sumbu y=1:2, sedangkan pada sumbu z = 1:1.
3. Proyeksi Trimetri
Proyeksi trimetri adalah jenis proyeksi yang memiliki skala pendekatan untuk 3 sisi dengan sudut yang tak sama. Artinya, setiap sisinya akan memiliki pendekatan yang berbeda satu sama lain. Ciri-ciri dari proyeksi trimetri, yaitu
Ukuran panjang, lebar, dan tinggi objek biasanya memiliki perbandingan 10:9:5 atau 6:5:4.
Memiliki tiga macam skala dan sudut kemiringan yang berbeda.
Baca Juga: Contoh Soal Proyeksi Skalar Ortogonal dan Jawabannya
Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis proyeksi aksonometri yang lengkap dengan ciri-cirinya. Penggunaan jenis proyeksi ini akan membuat bentuk objek tertentu yang ingin terlihat nyata. (NUM)
