Konten dari Pengguna

3 Komponen Teks Pidato beserta Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komponen teks pidato. Sumber: Pexels/Matheus Bertelli
zoom-in-whitePerbesar
Komponen teks pidato. Sumber: Pexels/Matheus Bertelli

Pidato merupakan bentuk komunikasi untuk memengaruhi pendengarnya. Dalam menyusunnya, terdapat beberapa komponen teks pidato yang perlu diperhatikan.

Sebelumnya, dikutip dari Buku Bilingual Thematic Speech, Ummul Faida, M.Pd dkk, (hal. 11), pidato adalah sebuah seni. Sebagai sebuah seni, maka pidato dapat dipelajari oleh siapa saja.

3 Komponen Teks Pidato

Komponen teks pidato. Sumber: Pexels/Henri Mathieu-Saint-Laurent

Komponen teks pidato perlu diperhatikan pembicara supaya dapat menyusun sebuah teks yang memikat dan mampu memberikan inspirasi para pendengarnya. Berikut adalah beberapa komponen yang penting dalam pidato dan perlu diperhatikan.

1. Pembuka atau Pendahuluan

Bagian pertama dalam teks pidato adalah pendahuluan. Sebelum menyampaikan isi pidato, pembicara atau juru pidato harus mengucapkan salam pembuka, ucapan terima kasih, serta beberapa hal lainnya.

Salam pembuka ini digunakan untuk membuka pidato sekaligus menyampaikan sambutan kepada pendengar. Contohnya, “Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.”

Setelah menyampaikan salam pembuka, pembicara mulai menyapa pendengar atau tamu undangan. Biasanya, akan dimulai dari tamu yang memiliki jabatan tinggi. Contohnya, “Yang saya hormati Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Depok. Terima kasih atas kesempatannya untuk menghadiri acara ini.”

Lalu, ucapan puji syukur berisikan ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Contohnya, “Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya kita bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat walafiat.”

2. Isi Pidato

Komponen yang kedua adalah isi atau inti dari pidato yang akan disampaikan. Isi pidato ini bersifat relatif, karena disesuaikan dengan tema serta target pendengarnya.

Contohnya, seperti:

“Pada kesempatan kali ini, perkenankan saya untuk menyampaikan pidato mengenai kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Saat ini, ada beberapa di antaranya kita yang masih belum terbiasa membuang sampah pada tempatnya.”

Alasannya, karena akan ada orang yang membersihkannya atau letak tempat sampahnya jauh. Padahal membuang sampah ke tempatnya adalah salah satu aksi kecil yang dapat membantu lingkungan.

Dengan melakukan hal tersebut, maka kita dapat memiliki lingkungan sekolah dan juga tempat tinggal yang nyaman dan terhindar dari segala macam penyakit.

Kita dapat belajar lebih nyaman serta terhindar dari bencana, contohnya, banjir. Mungkin membuang sampah pada tempatnya terkesan mudah untuk dilakukan, namun sebenarnya tindakan ini membutuhkan kesadaran diri sendiri dan juga kebiasaan yang bisa dilatih sejak sekarang.”

3. Penutup

Komponen terakhir dalam pidato adalah penutup. Dalam bagian ini, pembicara dapat menyampaikan ringkasan dari isi pidato serta harapan setelah pidato selesai.

Baca juga: 3 Contoh Pidato Pendidikan Singkat dan Berkesan

Dengan memperhatikan tiga komponen teks pidato di atas, di mana salah satunya salam pembuka, maka pembicara dapat menyusun sebuah teks yang lebih efektif. Semoga informasinya membantu. (ERI)