3 Perbedaan Gerak Epirogenetik dan Orogenetik yang Wajib Diketahui

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan gerak epirogenetik dan orogenetik salah satunya dari proses gerakannya. Epirogenetik merupakan proses pengangkatan dan penurunan benua, sedangkan orogenetik merupakan proses yang terjadi pada pembentukan pegunungan.
Gerak epirogenetik dan orogenetik termasuk dalam gerak tektonisme. Tektonisme ialah proses perubahan letak lapisan bumi secara vertikal yang terjadi akibat pergerakan, pengangkatan, penurunan, patahan, dan lipatan pada struktur tanah di suatu wilayah.
Apa Itu Gerak Epirogenetik dan Orogenetik?
Dalam buku Geografi untuk SMP dan MTs Kelas VII, Wirastuti Widyatmanti dan Dini Natalia (2007:4-5), Indonesia berada di atas pertemuan 3 buah lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan lempeng Indo Australia. Pergerakan lempeng tektonik dan lapisan bumi merupakan peristiwa tektonisme.
Tektonisme terjadi karena adanya gesekan tektonik, yaitu gerakan naik turun lapisan bumi yang meliputi dua gerakan yaitu gerakan epirogenetik dan gerakan orogenetik.
Gerakan epirogenetik, yaitu gerakan lapisan kulit bumi yang menyebabkan naik turunnya lapisan kulit bumi (benua) dan bekerja dalam jangka waktu yang lama dan wilayahnya yang luas. Contoh turunnya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air naik.
Sedangkan gerakan orogenetik, yaitu gerakan yang membentuk pegunungan dan perbukitan, bekerja dalam waktu yang lebih cepat dengan wilayah yang lebih sempit. Gerakan orogentik menghasilkan strukutr bumi yang disebut lipatan dan patahan.
Perbedaan Gerak Epirogenetik dan Orogenetik
Setelah mengetahui tentang gerak epirogenetik dan orogenetik melalui penjelasan di atas, dapat diketahui perbedaan gerak epirogenetik dan orogenetik sebagai berikut.
1. Proses Gerakannya
Gerakan epirogenetik merupakan pengangkatan (naik) dan penurunan (turun) benua atau subbenua. Sedangkan orogenetik adalah pembentukan pegunungan, bisa berupa tekanan, tumbukan, atau pengangkatan.
2. Jangkauan Wilayah dan Waktunya
Gerakan epirogenetik mencakup wilayah luas dengan jangka waktu lambat. Sementara orogenetik membutuhkan waktu singkat dan jangkauan wilayahnya relatif sempit.
3. Hasil Proses Gerakannya
Gerakan epirogenetik menghasilkan wilayah daratan naik atau turun yang berpengaruh pada permukaan air. Contohnya:
Turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur, seperti Kepulauan Maluku dan pulau-pulau di barat daya Maluku hingga ke Pulau Banda.
Turunnya muara Sungai Hudson di Amerika yang bisa terlihat hingga kedalaman sekitar 1.700 meter.
Naiknya Pulau Timor dan Pulau Buton.
Naiknya dataran tinggi Colorado di Amerika.
Sedangkan hasil orogenetik adalah terbentuknya pegunungan lipatan maupun pegunungan patahan.
Baca juga: 5 Contoh Epirogenetik Negatif dan Positif pada Lempeng Tektonik
Dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 perbedaan gerak epirogenetik dan orogenetik, yaitu terletak pada proses gerakan, jangkauan wilayah dan waktu, serta hasil proses gerakannya. (MRZ)
