5 Contoh Epirogenetik Negatif dan Positif pada Lempeng Tektonik

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh epirogenetik negatif dan positif menunjukkan bahwa permukaan bumi terus berubah seiring waktu. Banyak objek wisata berupa tebing atau bukit yang unik tapi mustahil dibuat manusia.
Sebenarnya banyak lingkungan hunian yang mengalami proses yang sama dengan objek wisata, hanya saja tidak diperhatikan karena ditinggali. Perubahan-perubahan tersebut dipelajari dalam salah satu cabang ilmu geografi, yaitu geomorfologi.
Contoh Epirogenetik Negatif dan Positif
Dikutip dari Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas X SMA/MA, Hartono (2007:60), perubahan muka bumi dipengaruhi oleh tenaga endogen dan eksogen. Endogen adalah tenaga dari dalam bumi, yang meliputi vulkanisme dan tektonisme.
Tektonisme adalah tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya perubahan letak atau dislokasi atau perubahan bentuk atau deformasi pada kulit bumi. Berdasarkan luas dan waktu terjadinya, gerakan tektonisme terdiri dari gerak epirogenetik dan orogenetik.
Gerak epirogenetik adalah gerakan pada lapisan kerak bumi yang lambat sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memperlihatkan perubahan permukaan. Gerakan ini juga terjadi pada wilayah yang luas.
Ada 2 jenis gerak epirogenetik, yaitu sebagai berikut:
1. Gerak Epirogenetik Negatif
Gerak epirogenetik negatif adalah gerak naiknya daratan sehingga seolah permukaan air laut yang turun.
Contoh epirogenetik negatif:
Pulau Buton
Pulau Buton diperkirakan pernah menyatu dengan Papua, yaitu di paparan Sahul yang mengandung aspal. Buton adalah penghasil aspal terbesar di Indonesia.
Pulau Timor
Pulau Timor terbentuk dari tumbukan antara lempengan kontinen Australia dan lempengan busur Kepulauan Banda yang mengakibatkan naiknya daratan.
2. Gerak Epirogenetik Positif
Gerak epirogenetik positif adalah gerak turunnya daratan sehingga seolah permukaan air laut yang naik.
Contoh epirogenetik positif:
Kepulauan Maluku Barat Daya hingga Pulau Banda.
Hingga sekarang, wilayah ini sering merasakan gerakan lempeng tektonik. Penurunan daratan di wilayah ini diperkirakan 1 cm setiap tahun.
Benua Gondwana menjadi Sesar Hindia
Benua Gondwana adalah superbenua yang ada 550 juta tahun lalu. Gondwana bergerak ke belahan bumi selatan lalu terpecah-pecah dan sebagian tenggelam sehingga dianggap lenyap.
Atlantis
Atlantis merupakan legenda sains. Atlantis disebutkan Plato dalam buku Timaeus dan Critias, lalu menginspirasi ilmuwan dan novelis abad modern hingga menginspirasi Nazi dan film-film Hollywood. Namun keberadaannya masih diperdebatkan.
Baca juga: Pengertian Tektonisme dan Jenis-jenis dalam Ilmu Geografi
Itulah contoh epirogenetik negatif dan positif pada lempeng tektonik. Perubahan permukaan bumi merupakan fenomena yang menarik karena menunjukkan bahwa semua yang ada di bumi ini dapat berubah meski terlihat besar, kokoh dan kuat. (lus)
