Konten dari Pengguna

Pengertian Tektonisme dan Jenis-jenisnya dalam Ilmu Geografi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk apa itu tektonisme. Sumber: pexels.com/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk apa itu tektonisme. Sumber: pexels.com/Pixabay

Apa itu tektonisme? Tektonisme adalah salah satu jenis fenomena alam yang terjadi di bumi. Bumi memiliki bentuk permukaan yang tidak merata. Berbagai bentuk permukaan bumi di antaranya adalah gunung, bukit, daratan, serta lembah.

Penyebab beragam bentuk permukaan bumi adalah tenaga endogen dan eksogen. Tenaga endogen berasal dari dalam bumi, sedangkan tenaga eksogen berasal dari luar bumi. Tektonisme adalah salah satu contoh tenaga endogen.

Apa itu Tektonisme?

Ilustrasi untuk apa itu tektonisme. Sumber: pexels.com/Pixabay

Tektonisme dipelajari dalam geografi. Dalam geografi, sering ditemukan pertanyaan apa itu tektonisme?

Menurut buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII, Waluyo, dkk (2008: 4), proses tektonisme dapat disamakan dengan dislokasi yang berarti disertai dengan perubahan letak lapisan bumi dari kedudukan semula. perubahan tersebut bisa secara vertikal maupun horizontal. Tektonisme berpengaruh pada wilayah yang luas.

Berdasarkan kecepatan gerakan, luas, dan wilayah yang terkena pengaruh, gerakan tektonisme dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gerak epirogenesa dan gerak orogenesa. Penjelasan dari kedua jenis gerakan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Gerak Epirogenetik

Gerak epirogenesa adalah gerakan yang menyebabkan terbentuknya benua. Gerakan ini berlangsung dengan sangat pelan. Gerakan ini meliputi wilayah luas dan tanda-tandanya dapat dilihat dari adanya garis pantai. Gerak epirogenesa dibedakan menjadi gerak epirogenesa positif dan negatif. Berikut penjelasannya.

  • Gerak Epirogenesa Positif

Gerak epirogenesa positif ditandai dengan adanya kenaikan permukaan air laut sehingga garis pantai pindah ke daratan karena terjadinya penurunan di daratan.

  • Gerak Epirogenesa Negatif

Gerak epirogenesa negatif ditandai dengan adanya permukaan air laut yang menurun. Salah satu tandanya adalah pantai yang berteras karena terjadinya kenaikan berulang kali.

2. Gerak Orogenesa

Gerak orogenesa adalah gerakan yang membentuk pegunungan lipatan atau patahan. Terjadi dalam waktu yang relatif singkat dan pada daerah yang lebih sempit.

  • Lipatan

Lipatan terbentuk karena adanya dua lempeng bumi yang saling berhadapan bertabrakan. Lapisan batuan pada kerak bumi mengalami tekanan sehingga menyebabkan terbentuknya lipatan pada lapisan batuan.

Pelipatan lapisan batuan adalah proses awal pembentukan pegunungan lipatan. Pelipatan tersebut menimbulkan perbukitan (antiklinal) dan terbentuknya lembah (sinklinal).

  • Patahan

Gerak orogenesa tidak hanya menimbulkan lipatan tetapi juga patahan. Pada kulit bumi terdapat tekanan yang menyebabkan pematahan atau dislokasi lapisan batuan. Tenaga endogen bekerja relatif cepat sehingga lapisan batuan yang terkena tekanan tidak sempat melipat, tetapi retak sampai akhirnya patah.

Menurut buku Geografi: Membuka Cakrawala Dunia untuk Kelas X SMA/MA, Bambang Utoyo (2007: 49), berdasarkan arah datangnya tekanan yang bekerja pada lapisan batuan, morfologi patahan dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

  1. Patahan akibat dua tekanan dengan arah horizontal dan saling menjauh. Dua buah tekanan dengan arah yang mendatar dan menjauh satu sama lain menyebabkan retakan yang cukup besar pada lapisan-lapisan batuan. Salah satu massa batu yang retak mengalami pemerosotan membentuk lembah patahan yang disebut graben.

  2. Patahan akibat tekanan dengan arah vertikal. Bagian yang mengalami tekanan akan mengalami lonjakan disertai dengan retakan-retakan. Oleh karena adanya gaya berat, maka salah satu dari massa batuan akan mengalami pemerosotan yang membentuk graben, sedangkan bagian yang menonjol membentuk horst.

  3. Patahan yang disebabkan dua tekanan horizontal berlawanan. Jika terdapat tenaga endogen yang bekerja pada lapisan kulit bumi dengan arah mendatar dan saling berlawanan arah, maka akan membentuk sesar mendatar.

Baca juga: 3 Contoh Tektonisme sebagai Fenomena dalam Geografi

Itulah jawaban untuk pertanyaan apa itu tektonisme. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan mengenai fenomena alam tektonisme dan jenis-jenisnya dalam geografi. (IND)