Konten dari Pengguna

3 Prinsip Pembuatan Kerajinan dari Bahan Keras beserta Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi prinsip pembuatan kerajinan dari bahan keras beserta contohnya. Sumber: Pixabay/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi prinsip pembuatan kerajinan dari bahan keras beserta contohnya. Sumber: Pixabay/Pexels

Dalam membuat suatu kerajinan tangan, seseorang harus mengetahui prinsip dari pembuatannya. Contohnya seperti mengetahui prinsip pembuatan kerajinan dari bahan keras yang berupa keunikan bahan yang akan digunakan.

Suatu karya kerajinan yang dibuat melalui suatu proses dengan mengedepankan prinsip kerajinan akan menghasilkan produk yang memiliki kualitas terbaik. Prinsip ini merupakan salah satu pengetahuan yang harus dimiliki perajin dalam penciptaan karyanya.

Prinsip Pembuatan Kerajinan dari Bahan Keras

Ilustrasi prinsip pembuatan kerajinan dari bahan keras. Sumber: Pixabay/Jashmingg

Dikutip dalam buku Perpustkaan dan Ekonomi Kreatif, Dian Apriliani Bahrony, Atiqa Nur Latifa Hanum, Benny Hermyanto, dkk (2023:57), kerajinan dari bahan keras adalah kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras, padat, kuat, dan susah untuk diubah ubah bentuknya.

Salah satu pengetahuan umum dan mendasar yang harus diketahui untuk menciptakan kerajinan jenis ini, yaitu prinsip. Adapun prinsip pembuatan kerajinan dari bahan keras adalah sebagai berikut.

1. Keunikan Bahan Kerajinan Bahan Keras

Keunikan bahan kerajinan menjadi salah satu prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat kerajinan bahan keras. Sebelum membuat kerajinan ini, umumnya pengrajin akan mengamati bahan yang akan digunakan kerajinan salah satunya, yaitu keunikan yang ada.

Dalam pembuatan kerajinan ini, jangan sampai keunikan yang ada hilang akibat proses pembuatan. Karena keunikan yang ada dalam bahan dasar kerajinan dapat menambah nilai ekonomis dan daya tarik pembeli.

2. Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan Bahan Keras

Banyaknya macam bentuk produk kerajinan saat ini merupakan hasil dari gagasan atau ide manusia yang berawal dari suatu pemikiran dan kehendak melalui tindak cipta karsa.

Selanjutnya, cipta karsa tersebut menghasilkan seperangkat karya secara fisik namun mengandung muatan pesan tertentu. Oleh sebab itu, pesan yang dapat diciptakan dapat dipilah menjadi produk dengan nilai fungsional, nilai informatif, nilai simbolik, dan nilai wibawa.

Memperhatikan dan mempertimbangkan seperti apa muatan yang dibawa oleh produk akan menentukan kualitas kerajinan. Jika ingin membuat produk yang memiliki fungsional, maka salah kaprah jika malah sibuk dengan nilai simboliknya, begitupun sebaliknya.

3. Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan Bahan Keras

Pembuatan sebuah produk kerajinan tidak terlepas dari melakukan pertimbangan saat membuat rancangan yang dapat melibatkan berbagai aspek teknologi serta mengandung tanggung jawab terhadap budaya bangsa Indonesia.

Produk kerajinan mengandung banyak faktor yang perlu menjadi bahan acuan dan pertimbangan. Adapun faktor-faktor permasalahan objektif yang diperlukan untuk diketahui sebelum perancangan, yaitu

  • Faktor teknis, yaitu metode produksi yang handal, penerapan daya mesin atau manual, dan, tingkat kemahiran sumber daya manusianya.

  • Faktor ekonomis, yaitu pemasaran yang tahan persaingan, sistem pemasokan atau distribusi, kebijakan penciptaan (hak cipta), nilai jual dan keberadaan suku cadang (sumber daya bahan dan alat), serta selera masyarakat terhadap produk tersebut.

  • Faktor ergonomis, yaitu kenyamanan, keamanan, kesesuaian, dan kepraktisan.

  • Faktor sains dan teknologi, yaitu terdapat unsur kebaruan atau temuan baru (inovasi atau modifi kasi), selalu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi.

  • Faktor estetika, yaitu menampilkan bentuk keindahan, memiliki daya pikat, terjadi keserasian, penggarapan yang rinci atau detail, perupaan atau pewarnaan, kesan atau gugahan yang ditampilkan.

  • Faktor kondisi lingkungan, yaitu nilai budaya, kondisi lingkungan atau wilayah setempat.

Contoh Kerajinan dari Bahan Keras

Ilustrasi contoh kerajian dari bahan keras. Sumber: Pixabay/Stevepb

Kerajinan bahan keras ini dibagi menjadi dua, yaitu bahan keras alami dan bahan keras buatan. Adapun contoh kerajinan dari bahan keras, yaitu sebagai berikut.

1. Tas Rotan

Tas ini terbuat dari rotan yang biasanya banyak ditemukan di pedesaan. Tampilannya yang estetik dan unik membuat kerajinan bahan keras ini banyak dibeli sebagai oleh-oleh atau souvenir ketika berkunjung ke suatu daerah.

2. Cobek

Cobek merupakan salah satu contoh kerajinan bahan keras alami. Cobek biasanya terbuat dari batu alam dan banyak digunakan untuk mengulek sambal dan makanan lainnya. Untuk yang sering makan ayam geprek, alat satu ini pasti sudah tidak asing.

3. Anyaman Bambu

Banyak kerajinan berupa anyaman bambu yang bisa ditemukan, antara lain topi petani, bakul, nampan, hingga tikar. Daerah pengembang anyaman bambu yang paling terkenal di Indonesia adalah Sukabumi.

4. Guci

Guci merupakan salah satu contoh kerajinan bahan keras buatan. Guci banyak digunakan sebagai hiasan di rumah karena warna dan motifnya yang beragam dan enak dipandang. Bahan utama dari guci adalah keramik.

5. Gelas Kaca

Gelas kaca merupakan salah satu contoh kerajinan bahan keras buatan yang banyak digunakan sebagai pilihan hadiah untuk orang terkasih di hari spesialnya. Ada banyak motif dan bentuk dari gelas kaca yang menarik, membuatnya banyak diminati belakangan ini.

Baca juga: 4 Hal yang Diperhatikan dalam Proses Produksi Kerajinan

Dengan mengetahui prinsip pembuatan kerajinan dari bahan keras di atas, maka dapat membatu pengrajin dalam membuat suatu kerajinan, sehingga apa yang direncanakan dapat terencana dengan baik dan saat pembuatan tidak terdapat kesulitan. (MRZ)