Konten dari Pengguna

3 Puisi Hari Raya Idul Fitri yang Menyentuh Hati

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi Hari Raya Idul Fitri. Sumber foto: Pexels/Suzy Hazelwood
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi Hari Raya Idul Fitri. Sumber foto: Pexels/Suzy Hazelwood

Idulfitri tinggal menghitung hari. Di momen kemenangan tersebut, umat muslim kerap mengirimkan ucapan selamat baik melalui pesan percakapan hingga ucapan di parcel Lebaran. Selain ucapan singkat, bisa juga mengirimkan puisi Hari Raya Idul Fitri.

Puisi tersebut bisa dikirimkan ke keluarga, sahabat, teman, kolega hingga untuk postingan media sosial. Biasanya isi puisi tentang Hari Raya Idulfitri semangat kebersamaan, harapan baik ke depan bagi diri sendiri, pesan kebaikan hingga saling memaafkan.

Contoh Puisi Hari Raya Idul Fitri Penuh Makna

Ilustrasi puisi Hari Raya Idul Fitri. Sumber foto: Pexels/Davidmceachan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah ragam sastra yang memiliki bahasa terikat oleh rima, matra, irama serta penyusunan larik dan bait.

Puisi adalah ungkapan hati seseorang yang dituangkan dalam untaian kata-kata. Bagi yang membacanya pun ada berbagai bentuk emosi yang kerap muncul entah itu bahagia, sedih maupun pilu.

Dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, ungkapan saling memaafkan maupun ucapan syukur pada Allah Swt bisa dituangkan dalam puisi. Berikut ini beberapa contoh puisi Hari Raya Idul Fitri yang penuh makna dan menyentuh hati.

1. Idul Fitri

Lebaran adalah cara lain kita

Menemukan aku dan kamu

Sebagai anak-anak kenangan yang lugu.

Kita berjalan ke pasar,

Dengan sedikit rasa bahagia mendadak ke luar,

Dari dalam hati yang belum utuh; kita membeli

Sepasang baju koko di toko

Yang awet hingga detik ini,

Sebab kita menjaganya

Sebagaimana menjaga perasaan rindu

Yang bermukim di dada masing-masing

Tidak dipengaruhi perputaran waktu

Dan musim.

(Dikutip dari buku Kumpulan Puisi Jalan Menuju Pulang, Kemas Ferri Rahman, (hal.93)).

2. Di Ujung Ramadan

Berjalan pasti di awal datangnya Ramadan

hadirnya Ramadan kembali mengisi kekosongan diri

dengan segala ibadah penuh keikhlasan

Ramadan telah tiba di penghujung

ada sepi yang melingkupi

namun, setitik cahaya kehangatan muncul bagai pelita

Semangat Ramadan semoga menjadi pribadi kita lebih baik

lebih banyak melakukan kebaikan hingga hidup lebih berkah

Mari niatkan hati untuk saling memaafkan

untuk terhindar benci yang berkepanjangan

Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin.

3. Rindu

Ada sesak yang kerap hadir ketika tiba di penghujung Ramadan

Rumah tempat saya kembali, kini telah tiada

Diri terasa kosong …

Tapi, setiap mendengarkan kalimat tahlil dan tahmid

Ada perasaan magis yang melingkupi.

Ingatan-ingatan baik bersama ayah dan ibu

ketika merayakan Lebaran muncul bak film yang diputar

Hati ini teduh walau air mata menggenang di pelupuk mata.

sesak itu hilang, berganti kerinduan

Kita tidak pernah tahu rancanganNya

tapi, satu yang pasti rancanganNya selalu terbaik.

Mari memaafkan diri, memaafkan orang lain

Mari mendoakan diri dan keluarga kita

Dan menerima apa yang terjadi dengan lapang dada.

Mari sambut Idulfitri dengan penuh suka cita

Baca juga: Jalani Ramadan dengan Semangat Terus Jadi Baik bersama kumparan

Contoh puisi Hari Raya Idul Fitri di atas bisa dijadikan referensi dan refleksi betapa menyambut hari kemenangan ada berbagai rasa kerap hadir di dalam diri seseorang. Selamat menyambut Hari Kemenangan dengan penuh suka cita. (RAN)