Konten dari Pengguna

3 Struktur Sistemik Lingkungan dalam Pembentukan Nilai Diri

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi struktur sistemik lingkungan. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi struktur sistemik lingkungan. Sumber: www.unsplash.com

Pembentukan nilai diri merupakan proses yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan di sekitar yang disebut dengan struktur sistemik lingkungan. Lingkungan ini memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai yang menjadi landasan karakter seseorang.

Menurut buku Guru Penggerak, Merdeka dan Memesona, Erwin Widiasworo, ‎Ananta Vidya (hal:26), pembentukan nilai diri juga dipengaruhi oleh motivasi intrinsik. Motivasi intrinsik merupakan keinginan seseorang yang muncul dari dalam tanpa dipengaruhi oleh lingkungan luar. Jadi, harus ada keseimbangan antara kedua aspek tersebut dalam pembentukan nilai diri.

Pengaruh yang Didapat dari Struktur Sistemik Lingkungan

Ilustrasi struktur sistemik lingkungan. Sumber: www.unsplash.com

Dalam proses kehidupan, manusia mengalami fase-fase yang berpengaruh dalam membentuk kepribadiannya dan nilai diri. Salah satu struktur sistemik lingkungan dalam pembentukan nilai diri seseorang adalah sekolah.

Sesungguhnya apa saja yang memengaruhi hal ini? Agar dapat memahami lebih lanjut mengenai struktur ini, berikut penjelasan yang dapat dicermati.

1. Keluarga sebagai Basis Pembentukan Nilai Diri

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi seseorang. Hal ini karena peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung dan membangun kepercayaan diri serta harga diri anak sangatlah krusial.

Hal-hal yang lahir dari keluarga antara lain:

  • Nilai yang diajarkan dan ditanamkan oleh orang tua.

  • Komunikasi yang terbuka, pemberian contoh yang baik, serta penerimaan dan penghargaan terhadap anggota keluarga secara utuh.

2. Peran Sekolah dalam Membentuk Nilai-Nilai Positif

Sekolah merupakan institusi pendidikan formal yang memiliki peran signifikan dalam membentuk nilai diri siswa, yaitu:

  • Sekolah menyediakan pengetahuan akademis.

  • Sekolah juga menjadi tempat di mana seseorang belajar tentang interaksi sosial, tanggung jawab, dan nilai-nilai moral.

  • Lingkungan sekolah yang inklusif, di mana setiap siswa merasa diterima dan dihargai, dapat memperkuat nilai-nilai positif, seperti kerja sama, kejujuran, dan empati.

  • Program-program pendidikan karakter di sekolah dapat meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai tersebut dan membantu membentuk kepribadian yang berkualitas.

3. Pengaruh dari Masyarakat

Masyarakat baik melalui norma sosial maupun lembaga-lembaga sosialnya, juga memiliki dampak besar dalam membentuk nilai diri seseorang. Apa saja?

  • Nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat tempat seseorang tinggal, termasuk budaya dan agama.

  • Lingkungan sosial yang mendukung pertumbuhan pribadi, memberikan kesempatan untuk berkontribusi, dan menghargai keragaman dapat membantu individu merasa diterima dan berharga.

  • Sebaliknya, lingkungan yang memperkuat stereotip negatif atau merendahkan individu dapat menghambat perkembangan nilai diri yang positif.

Baca juga: Mengenal Struktur Monosakarida dan Pengertiannya

Struktur sistemik lingkungan sangat jelas memengaruhi pembentukan nilai diri seseorang. Oleh karena itu, tentunya sangat penting bagi orang tua, pendidik, dan anggota masyarakat untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan nilai-nilai positif bagi generasi masa depan. (VAN)