Konten dari Pengguna

3 Teknik Pementasan Teater Tradisional, Mahasiswa Seni Wajib Tahu

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

teknik pementasan teater tradisional. Sumber: pexels.com/Monica Silvestre
zoom-in-whitePerbesar
teknik pementasan teater tradisional. Sumber: pexels.com/Monica Silvestre

Teknik pementasan teater tradisional adalah suatu metode yang dipersiapkan dalam teater bersama teman satu tim. Tujuannya adalah agar bisa mementaskan teater sebaik mungkin. Hal ini karena pementasan drama adalah pementasan tim bukan individu.

Terdapat tiga teknik yang bisa diterapkan oleh pemain teater tradisional, yaitu teater boneka, teater tutur, dan teater manusia. Teater tradisional sendiri sudah berkembang di Indonesia sejak dulu.

Mengenal Teater Tradisional

teknik pementasan teater tradisional. Sumber: pexels.com/Erik McClean

Ada banyak contoh teater tradisional yang menggunakan ketiga teknik tersebut dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Mengutip dari buku Seni Budaya untuk Kelas XI, Hary Sulastiano, dkk, (hal 48), di bawah ini ada makna atau simbol dari teater tradisional.

1. Sifatnya yang Sederhana

Teater tradisional bersifat sederhana baik dari perlengkapan yang digunakan saat pementasan ataupun gagasannya. Ide yang tertuang dalam pementasan tersebut adalah gambaran dari realita dalam hidup.

Semua gagasan tersebut dituang dalam bahasa verbal dan visual yang sederhana dengan tujuan agar penonton memahami alur cerita drama.

2. Keragaman Fungsi

Selain itu, teater tradisional juga ada keragaman fungsi karena ada beberapa daerah di Indonesia yang masih berkaitan dengan upacara adat. Namun, banyak juga teater tradisional yang dibuat dengan tujuan memberikan hiburan semata.

3. Keragaman Bentuk

Berikutnya adalah keragaman bentuk dan di setiap daerah memiliki bentuk teater tradisional yang berbeda-beda. Hal ini karena tergantung dari suku budaya yang berkembang di Indonesia.

4. Spontan

Gerakan dalam teater tradisional di atas panggung bukan hasil dari latihan khusus seperti teater lainnya. Latihan tersebut dilakukan sekaligus dengan pementasan yang di atas panggung.

Semakin banyak pemain teater “melatih diri” di panggung, semakin berkembang pula keahliannya dalam bermain teater.

Teknik Pementasan Teater Tradisional

teknik pementasan teater tradisional. Sumber: pexels.com/Cottonbro Studio

Sesuai penjelasan di atas, terdapat tiga teknik pementasan teater tradisional berikut penjelasan selengkapnya.

1. Teater Manusia

Teater manusia, yaitu teater yang menggunakan manusia sebagai media utama dalam memerankan drama di atas panggung. Contohnya adalah Mamanda dari Kalimantan Selatan, Randai dari Sumatera Barat, dan Lenong dari Betawi.

2. Teater Boneka

Berikutnya adalah teater boneka yang menjadikan boneka sebagai media utama. Contohnya adalah hudok, ondel-ondel, dan wayang kulit.

3. Teater Tutur

Terakhir adalah teater tutur yaitu memiliki kekhasan di bagian penyampaian cerita. Contohnya adalah Seni Pantun dari Jawa Barat.

Baca Juga: Mengenal Unsur-Unsur Seni Peran dalam Teater

Tiga teknik pementasan teater tradisional di atas akan dipelajari oleh mahasiswa jurusan seni drama. Setiap pementasan teater tradisional, bisa memilih salah satu dari ketiga teknik di atas. (GTA)