3 Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO merupakan bentuk pengakuan terhadap keluhuran nilai budaya yang ada di Tanah Air. Warisan ini diakui sebagai bagian dari warisan budaya dunia.
Pengakuan ini tidak hanya menandai kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Namun, juga memperkuat identitas bangsa dalam kancah global.
Deretan Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO
Warisan ini tidak hanya mencakup praktik tradisional, seni pertunjukan, atau ritual keagamaan. Namun juga merefleksikan kearifan lokal, nilai-nilai komunal, dan hubungan erat antara manusia dan lingkungannya.
Berikut beberapa warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO yang berwujud tak benda.
1. Seni Wayang Kulit
Seni tradisional Indonesia yang menggunakan boneka kulit untuk menceritakan kisah-kisah epik dan mitologis. Seni ini disertai dengan musik gamelan dan nyanyian.
Seni Wayang Kulit diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2003. Hal tersebut dikarenakan nilai seni, sejarah, dan nilai-nilai budaya yang diwakili oleh Seni Wayang Kulit.
2. Batik Indonesia
Batik merupakan seni tradisional pewarnaan kain yang rumit dan indah. Dikutip dari buku Batik Warisan Dunia, Dodi (2021), batik memiliki beragam motif dan warna yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
UNESCO mengakui Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2009. Hal tersebut dikarenakan batik memiliki keunikan desain dan tekniknya, serta peranannya dalam kehidupan masyarakat.
3. Tari Saman
Tarian tradisional Aceh yang menampilkan gerakan-gerakan dinamis dan irama musik yang khas. Saman diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2011 karena nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan keindahan seni yang diwakilinya.
Baca juga: Ketahui Perbedaan Antara Tarian Massal dengan Drama Tari atau Sendratari
Demikianlah deretan warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO yang berwujud tak benda. Pengakuan ini membantu dalam pelestarian, promosi, dan pengembangan keberagaman budaya negara ini, serta memperkuat identitas budaya Indonesia di tingkat global. (Msr)
