34 Contoh Sikap Toleransi di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh sikap toleransi di lingkungan sekolah dan masyarakat dapat diajarkan orang tua kepada anak sejak dini, seperti tidak membedakan teman. Penerapan toleransi sejak usia dini akan sangat membantu dalam kehidupan anak di masa depan.
Toleransi adalah sikap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan antara individu atau kelompok dalam hal keyakinan, pendapat, atau agama. Konsep toleransi ini mengarah pada sikap terbuka dan mau mengakui adanya perbedaan.
Pengertian Sikap Toleransi
Toleransi merupakan kesabaran, ketahanan emosional dan kelapangan dada yang bersifat menenggang (menghargai, membolehkan, membiarkan) pendirian (kepercayaan, pandangan, kebiasaan) yang berbeda dengan pendiriannya.
Dikutip dalam buku Pendidikan Toleransi Berbasis Kearifan Lokal oleh Muhammad Japar, Syifa Syarifa, dan Dini Nur Fadhillah (2020:20) pada dasarnya toleransi merupakan sikap saling menghargai tanpa adanya diskriminasi suku,agama, ras, gender, atau budaya.
Sikap toleransi tidak tiba-tiba muncul dengan sendirinya, melainkan dipengaruhi berbagai faktor seperti pengalaman, kebudayaan, pendidikan, dan lainnya. Ketika hidup di tengah keberagaman individu harus memiliki sikap ini agar bisa hidup berdampingan.
Contoh Sikap Toleransi di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
Toleransi merupakan hal yang penting untuk dimiliki setiap orang saat ini. Jika setiap orang memiliki sikap toleransi yang tinggi, maka ini akan meminimalisir terjadinya konflik antar sesama, dan kehidupan pun akan terjalin dengan tentram dan damai.
Toleransi dapat di terapkan dalam berbagai tempat seperti di lingkungan sekolah dan masyarakat. Adapun contoh sikap toleransi di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai berikut.
1. Di Lingkungan Sekolah
Penting untuk mengajarkan sikap toleransi pada anak di sekolah sedini mungkin dan terus menanamkannya seiring berjalannya waktu.Dengan begitu, anak akan terbiasa memiliki sikap toleransi dan menghargai setiap perbedaan yang dimiliki masing-masing orang.
Anak juga akan lebih berani mengekpresikan dirinya tanpa takut diperlakukan buruk oleh orang lain. Adapun contoh toleransi di sekolah yaitu:
Melakukan kegiatan piket sesuai jadwalnya.
Bekerja sama dalam membersihkan kelas dan lingkungan kelas.
Menaati tata tertib dan peraturan sekolah.
Membantu teman yang kurang paham pada suatu pelajaran.
Tidak mengganggu teman yang sedang beribadah.
Menghargai perbedaan pendapat yang terjadi di sekolah.
Tidak membeda-bedakan teman yang berbeda suku atau ras.
Tidak mengejek atau berlaku kasar pada teman.
Tidak bersikap sombong pada teman.
Berbuat baik kepada semua teman tanpa terkecuali.
Menghormati teman yang berbeda agama.
Mengutamakan kepentingan bersama.
Menghormati guru dan pegawai di sekolah.
Menghormati dan menghargai hari besar dari teman yang berbeda keyakinan.
Menjenguk teman yang sakit.
Bermain dengan semua teman walau berbeda keyakinan atau suku.
2. Di Lingkungan Masyarakat
Perilaku toleran akan mengajarkan seseorang supaya bisa saling menghargai serta hidup dengan damai, tentram, nyaman, dan terhindar dari perpecahan. Sikap seperti ini mampu memberikan rasa aman di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Itulah mengapa setiap individu harus memiliki sikap toleransi. Adapun contoh toleransi di lingkungan masyarakat yaitu:
Mengikuti kegiatan gotong-royong yang sudah disepakati bersama.
Saling menolong tetangga yang membutuhkan bantuan.
Bersikap ramah kepada semua tetangga yang ada di lingkungan tempat tinggal.
Memberikan kebebasan kepada warga untuk menjalankan ibadah, tradisi, dan adat yang dianutnya, selama tidak mengganggu ketertiban lingkungan tempat tinggal atau merugikan orang lain.
Mendengarkan dan menerima pendapat orang lain.
Menghormati kebebasan beragama.
Menghargai privasi dan batasan pribadi.
Tidak menyebarkan rumor atau gosip tentang warga yang belum dipastikan kebenarannya.
Tidak menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian kepada warga minoritas.
Bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan dan solusi bersama terkait suatu permasalahan.
Menyampaikan pendapat dengan sopan tanpa merendahkan atau menyepelekan pendapat orang lain.
Saling menolong dan mendukung tanpa memandang status sosial, latar belakang ekonomi, pendidikan, atau politik.
Tidak mencampuri urusan pribadi orang lain apabila tidak diminta atau tidak dalam keadaan genting.
Memberikan perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan, tanpa memandang status sosial, latar belakang ekonomi, pendidikan, atau politik.
Tidak menyalahgunakan kekuasaan atau jabatan untuk menindas atau merundung anggota masyarakat yang lain.
Mengikuti kegiatan sosial dalam kehidupan masyarakat.
Membela dan menolong anggota masyarakat yang membutuhkannya tanpa memandang latar belakang ekonomi, sosial, dan politik.
Saling mengingatkan dan menasihati apabila ada warga yang melakukan kesalahan.
Baca juga: 3 Batasan Toleransi Antar Umat Beragama yang Penting untuk Diketahui
Dengan mengetahui 34 contoh sikap toleransi di lingkungan sekolah dan masyarakat di atas, semoga orang tua tidak bingung dalam mengajarkan toleransi kepada anak. Perlu diingat bahwa orang tua merupakan orang pertama sebagai pendidik anak. (MRZ)
