4 Contoh Dialog Coaching Model Tirta

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam proses memahami diri sendiri, sering kali individu mengikuti kegiatan coaching. Coaching memiliki berbagai jenis model yang salah satunya model TIRTA. Oleh karena itu, perlu adanya contoh dialog coaching model TIRTA.
Model TIRTA merupakan penggabungan dari tujuan, identifikasi, rencana aksi dan tanggung jawab. Sehingga dalam model TIRTA ini merupakan tahapan untuk bisa memahami permasalahan yang sedang dihadapi.
Contoh Dialog Coaching Model Tirta
Dikutip GURU PENGGERAK: Mendorong Gerak Maju Pendidikan Nasional, Wijaya Kusumah dan Tuti Alawiyah (2021:108), model TIRTA merupakan praktik coaching yang berasal dari kepanjangan tujuan, identifikasi, rencana aksi dan tanggung jawab.
Oleh karena itu, model TIRTA ini sebagai bentuk step-steo coaching yang dilakukan coache sebagai proses memahami kebutuhan individu tersebut. Dari adanya hal tersebut, maka perlu adanya contoh dialog coaching model TIRTA sebagai pemahaman dalam penerapan model TIRTA.
1. Tujuan
Coach: Apa tujuan yang ingin dicapai dalam sesi coaching ini?
Coachee: Saya ingin meningkatkan presentasi saya di depan khalayak umum.
Coach: Bagus, lantas apa definisi tujuan akhir yang akan kamu capai?
Coachee: Saya ingin bisa presentasi dengan percaya diri dan membuat audiens fokus pada apa yang saya sampaikan.
2. Identifikasi
Coach: Selanjutnya masuk ke dalam tahap identifikasi. Apa yang menjadikan anda mengalami kesulitan dalam presentasi?
Coachee: Saya merasa lebih gugup dan terbata-bata ketika melihat banyak orang saat presentasi.
Coach: Lantas, bagaimana anda menghadapi situasi tersebut?
Coachee: Saya masih bingung dan belum dapat menemukan cara yang tepat.
3. Rencana Aksi
Coach: Okey, selanjutnya kita masuk ke dalam rencana aksi. Sampaikan secara jujur, apa yang telah kamu rencanakan untuk mencapai tujuan presentasi yang kamu inginkan?
Coachee: Saya akan mempersiapkan sebaik mungkin presentasi dengan cara berlatih presentasi di depan cermin, meminta saran dari teman dan mencari feedback dari teman atau mentor.
Coach: Bagus, lantas apa yang akan menjadi prioritas kamu dalam rencana aksi tersebut?
Coachee: Prioritas saya yang jelas adalah mempersiapkan presentasi dengan baik dan berlatih presentasi di depan cermin. Saya percaya, dengan persiapan yang baik pasti akan mengatasi permasalahan saya.
4. Tanggung Jawab
Coach: Tahap terakhir yaitu tahap tanggung jawab. Apa komitmen kamu terhadap rencana yang sudah dibuat?
Coachee: Saya berkomitmen untuk selalu mempersiapkan materi presentasi dengan sebaik mungkin, berlatih presentasi di depan cermin, dan refleksi terhadap kesalahan yang mungkin dilakukan.
Coach: Siapa yang dapat membantu kamu untuk dapat menjaga komitmen tersebut?
Coachee: Saya akan meminta bantuan dari teman dan mentor untuk selalu membantu saya dalam refleksi terhadap apa yang saya lakukan. Refleksi tersebut dapat melalui saran dan kritikan yang diberikan.
Demikian contoh dialog coaching model TIRTA Semoga dapat bermanfaat dan meningkatkan pengetahuan mengenai coaching model TIRTA. (RFL)
Baca juga: Teori Coaching Menurut Para Ahli beserta Tujuan dan Prinsipnya
