4 Contoh Identifikasi Masalah dalam Penelitian dan Cara Membuatnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh identifikasi masalah dapat ditemui dalam setiap penelitian. Hal ini disebabkan, penelitian tercipta karena adanya suatu permasalahan yang bergejolak di dalam hati penulis.
Pada dasarnya identifikasi masalah adalah suatu tahap permulaan dari penguasaan masalah pada suatu objek tertentu dalam situasi tertentu yang dapat dikenali sebagai suatu masalah.
Cara Membuat Identifikasi Masalah
Tujuan identifikasi masalah yaitu agar pembaca mendapatkan sejumlah masalah yang berhubungan denga judul penelitian. Kesulitan yang dihadapi dalam mengidentifikasi masalah yaitu kurangnya materiil dan kurangnya metodologis.
Dalam buku Metodologi Penelitian Pendidikan Jasmani oleh Dr. Ruslan Abdul Gani, S.Pd., M.Pd., Tedi Purbangkara, S.Pd., M.Pd., AIFO (2023:35-37) dijelaskan bahwa sebelum mengidentifikasi masalah, peneliti perlu melakukan beberapa hal sebagai berikut. Tujuannya agar identifikasi masalah yang didapatkan matang.
Memahami teori, fakta, dan ide tentang bidang atau topik tertentu yang dipilih peneliti.
Menumbuhkan keingintahuan agar peneliti mempunyai minat untuk meneliti topik atau masalah tertnetu.
Kehidupan dan hubungan yang dibangun oleh penelitian harus terkait dengan kemajuan teknologi.
Pengetahuan dan peneliti harus diperoleh melalui jurnal, majalah dan buku baru.
Peneliti dapat menyusun survei saran untuk penelitian lebih lanjut yang diberikan pada akhir laporan penelitian dan tinjauan proyek penelitian.
Setelah menemukan masalah atau topik menarik yang akan diangkat, peneliti harus mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengidentifikasi masalah.
1. Identifikasi Masalah Secara Umum
Langkah awal peneliti harus mendefinisikan masalah secara umum. Misalnya, peneliti bisa mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban dari pertanyaan semacam ini: “Apakah berita negatif lebih menarik minat orang dibandingkan berita yang positif".
Kemudian, pertanyaan tersebut dipersempit lagi dengan pertanyaan, “Apakah berita negatif seperti perampokan, korupsi menarik minat orang lebih dari berita positif seperti pertumbuhan ekonomi negara.”
2. Memahami Sifat Masalah
Cara terbaik untuk memahami masalah adalah melakukan diskusi. Jadi berdiskusilah dengan orang-orang yang memiliki pengetahuan yang baik perihal masalah yang peneliti teliti.
3. Kumpulkan Literatur yang Tersedia
Kumpulkan semua penelitian terkait dengan masalah yang akan dikaji. Langkah ini membantu peneliti untuk mempersempit masalah, mengidentifikasi kesenjangan penelitian, memberikan ide-ide baru di bidang terkait, dan menentukan desain penelitian.
4. Mengembangkan Ide-Ide Melalui Diskusi
Diskusi selalu menghasilkan informasi yang bermanfaat. Berbagai ide baru dapat dikembangkan. Sehingga identifikasi masalah yang peneliti lakukan semakin dalam.
Peneliti harus mendiskusikan masalahnya dengan rekan dan orang lain yang memiliki pengalaman yang cukup dibidang yang sama atau setidaknya pernah menangani masalah yang sama.
5. Menyusun Ulang Masalah Penelitian
Setelah identifikasi masalah dibuat, langkah berikutnya adalah baca dan susun kembali masalah penelitian menjadi istilah baca dan susun kembali masalah pebelitian menjadi istilah operasional.
Setelah masalah dipahami, literatur yang dibutuhkan sudah ada, dan diskusi tentang masalah telah dilakukan maka pertanyaan disusun.
Contoh Identifikasi Masalah
Setelah mengetahui cara membuat identifikasi masalah melalui penjelasan di atas, untuk memberikan penjelasan yang lebih lengkap, simak contoh kepenulisan dalam identifikasi masalah berikut ini.
Contoh 1
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, berikut identifikasi masalah untuk penelitian ini:
Kegiatan belajar mengajar yang masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Guru kurang melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan pembelajaran.
Kurangnya variasi metode yang digunakan dalam pembelajaran.
Terbatasnya media pembelajaran IPA yang ada di sekolah.
Contoh 2
Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka identifikasi masalah yang didapatkan adalah sebagai berikut:
Maraknya kejadian intoleransi yang melibatkan anak membuat orang tua khawatir sang anak mengalami hal serupa, sehingga tak sedikit orang tua memberikan stereotip negatif kepada anaknya dan atau mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta khusus.
Dengan didaftarkannya anak ke sekolah swasta khusus, dikhawatirkan anak tidak dapat berbaur, menerima serta menghargai individu sebayanya yang berasal dari luar lingkungan bermain atau sekolahnya.
Contoh 3
Berdasarkan latar belakang yang dituliskan sebelumnya, maka permasalahan penelitian dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
Tingginya angka sampah plastik di Kota Bandung.
Sampah plastik termasuk sebagai limbah anorganik yang sulit diurai.
Sampah plastik merupakan salah satu penyebab utama terjadinya banjir di Kota Bandung.
Diperlukan proses inovatif dalam memanfaatkan sampah plastik agar bernilai ekonomis.
Contoh 4
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
Banyak anak tidak dapat menghitung 1-10 dengan urut.
Guru belum mampu memanfaatkan media pembelajaran, meskipun tersedia dalam jumlah yang cukup dan beragam.
Kegiatan yang dilakukan anak lebih banyak pada penggunaan paper and pencil.
Pada saat kegiatan motorik kasar, banyak anak hanya diam memperhatikan temannya bergerak.
Baca juga: 4 Contoh Konflik di Masyarakat dan Penyebabnya
ItuItulah contoh identifikasi masalah dalam penelitian dan cara membuatnya. Perlu diingat bahwa dalam membuat identifikasi masalah pembaca harus mengetahui akar penyebab masalah yang jelas dengan didukung materiil dan metodologis yang cukup. (MRZ)
