4 Contoh Jurnal Penutup dan Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh jurnal penutup dapat digunakan untuk memahami siklus akuntasi sebuah perusahaan dagang. Siklus akuntansi sangat penting sehingga tidak boleh ada kesalahan atau keterlambatan pencatatan.
Cara membuat jurnal penutup ada beberapa macam. Mana pun cara yang dipilih, harus disadari bahwa jurnal tersebut tidak untuk kepentingan pribadi sehingga harus dapat dipahami pula oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Contoh Jurnal Penutup
Dikutip dari Membuka Cakrawala Ekonomi untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah, Imamul Arifin dan Giana Hadi W. (2007:46), jurnal penutup adalah jurnal yang digunakan untuk menghilangkan saldo akun sementara.
Closing Journal Entry dilakukan agar dana yang ada bisa digunakan di periode akuntansi selanjutnya. Akun pendapatan dan akun beban merupakan akun sementara sehingga di akhir periode keduanya harus bernilai nol (0).
Berikut adalah contoh jurnal penutup untuk akun sementara.
Menutup seluruh akun pendapatan.
Pendapatan utama perusahaan diperoleh dari penjualan. Jurnal yang dibuat berupa penutupan akun penjualan dengan mendebit akun penjualan dan mengkredit akun ikhtisar atau laba/rugi.
Contoh:
Akun Debit Kredit
Pendapatan Rp5.000.0000
Ikhtisar laba/rugi Rp5.000.000
Menutup seluruh akun beban.
Pembelian adalah beban utama perusahaan untuk memperoleh bahan atau barang dagangan. Selisih pembelian atau harga pokok penjualan dan ikhtisar laba/rugi adalah nol.
Contoh:
Akun Debit Kredit
Ikhtisar laba/rugi Rp5.000.0000
Pembelian Rp5.000.000
Untuk beban operasional lainnya ditutup dengan cara mengkreditkan jumlah beban dalam laporan laba/rugi karena saldo normal akun beban ada di sebelah debit. Nilai beban diurutkan dari yang terbesar hingga yang terkecil.
Contoh:
Akun Debit Kredit
Ikhtisar laba/rugi Rp 50.000.000
Beban gaji Rp30.000.0000
Beban bunga Rp12.000.0000
Beban asuransi Rp8.000.0000
Menutup laba dan rugi.
Ada 2 cara membuat jurnal penutup laba dan rugi. Pertama, jika modal bertambah maka perusahaan untung. Lama ditambahkan di sisi kredit. Agar menjadi nol, ikhtisar laba rugi berada di sisi debit. Contoh:
Akun Debit Kredit
Ikhtisar laba/rugi Rp5.000.000
Modal Rp5.000.000
Jika perusahaan rugi, maka jurnal penutupnya berubah seperti contoh di bawah ini:
Akun Debit Kredit
Modal Rp5.000.000
Ikhtisar laba/rugi Rp5.000.000
Menutup akun pengambilan pribadi atau prive.
Umumnya prive dilakukan oleh pemilik usaha tapi untuk kepentingan pribadi. Ini berarti pengambilan tersebut mengurangi modal.
Contoh:
Akun Debit Kredit
Modal Rp5.000.000
Prive Rp5.000.000
Semua perubahan yang terjadi karena adanya jurnal penutup di atas harus di-posting di buku besar.
Baca juga: Mengenal 4 Fungsi Laporan Laba Rugi dalam Akuntansi
Itulah contoh jurnal penutup dan penjelasannya untuk menambah wawasan tentang siklus akuntansi. Mempelajari akuntansi berarti berlatih kedisiplinan dan ketelitian. (lus)
