Konten dari Pengguna

4 Contoh Jurnal Penutup dan Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh jurnal penutup. Sumber: pexels.com/MikhailNilov.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh jurnal penutup. Sumber: pexels.com/MikhailNilov.

Contoh jurnal penutup dapat digunakan untuk memahami siklus akuntasi sebuah perusahaan dagang. Siklus akuntansi sangat penting sehingga tidak boleh ada kesalahan atau keterlambatan pencatatan.

Cara membuat jurnal penutup ada beberapa macam. Mana pun cara yang dipilih, harus disadari bahwa jurnal tersebut tidak untuk kepentingan pribadi sehingga harus dapat dipahami pula oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Contoh Jurnal Penutup

Ilustrasi contoh jurnal penutup. Sumber: pexels.com/Pixabay.

Dikutip dari Membuka Cakrawala Ekonomi untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah, Imamul Arifin dan Giana Hadi W. (2007:46), jurnal penutup adalah jurnal yang digunakan untuk menghilangkan saldo akun sementara.

Closing Journal Entry dilakukan agar dana yang ada bisa digunakan di periode akuntansi selanjutnya. Akun pendapatan dan akun beban merupakan akun sementara sehingga di akhir periode keduanya harus bernilai nol (0).

Berikut adalah contoh jurnal penutup untuk akun sementara.

  1. Menutup seluruh akun pendapatan.

    Pendapatan utama perusahaan diperoleh dari penjualan. Jurnal yang dibuat berupa penutupan akun penjualan dengan mendebit akun penjualan dan mengkredit akun ikhtisar atau laba/rugi.

    Contoh:

    Akun Debit Kredit

    Pendapatan Rp5.000.0000

    Ikhtisar laba/rugi Rp5.000.000

  2. Menutup seluruh akun beban.

    Pembelian adalah beban utama perusahaan untuk memperoleh bahan atau barang dagangan. Selisih pembelian atau harga pokok penjualan dan ikhtisar laba/rugi adalah nol.

    Contoh:

    Akun Debit Kredit

    Ikhtisar laba/rugi Rp5.000.0000

    Pembelian Rp5.000.000

    Untuk beban operasional lainnya ditutup dengan cara mengkreditkan jumlah beban dalam laporan laba/rugi karena saldo normal akun beban ada di sebelah debit. Nilai beban diurutkan dari yang terbesar hingga yang terkecil.

    Contoh:

    Akun Debit Kredit

    Ikhtisar laba/rugi Rp 50.000.000

    Beban gaji Rp30.000.0000

    Beban bunga Rp12.000.0000

    Beban asuransi Rp8.000.0000

  3. Menutup laba dan rugi.

    Ada 2 cara membuat jurnal penutup laba dan rugi. Pertama, jika modal bertambah maka perusahaan untung. Lama ditambahkan di sisi kredit. Agar menjadi nol, ikhtisar laba rugi berada di sisi debit. Contoh:

    Akun Debit Kredit

    Ikhtisar laba/rugi Rp5.000.000

    Modal Rp5.000.000

    Jika perusahaan rugi, maka jurnal penutupnya berubah seperti contoh di bawah ini:

    Akun Debit Kredit

    Modal Rp5.000.000

    Ikhtisar laba/rugi Rp5.000.000

  4. Menutup akun pengambilan pribadi atau prive.

    Umumnya prive dilakukan oleh pemilik usaha tapi untuk kepentingan pribadi. Ini berarti pengambilan tersebut mengurangi modal.

    Contoh:

    Akun Debit Kredit

    Modal Rp5.000.000

    Prive Rp5.000.000

Semua perubahan yang terjadi karena adanya jurnal penutup di atas harus di-posting di buku besar.

Baca juga: Mengenal 4 Fungsi Laporan Laba Rugi dalam Akuntansi

Itulah contoh jurnal penutup dan penjelasannya untuk menambah wawasan tentang siklus akuntansi. Mempelajari akuntansi berarti berlatih kedisiplinan dan ketelitian. (lus)