Konten dari Pengguna

4 Contoh Landasan Filosofis Pendidikan di Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh landasan filosofis pendidikan di Indonesia. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Contoh landasan filosofis pendidikan di Indonesia. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun

Landasan filosofis pendidikan adalah seperangkat filosofi yang menjadi titik tolak dalam pendidikan dan berisi konsep-konsep Pendidikan yang dicita-citakan. Contoh landasan filosofis pendidikan di Indonesia yaitu Pancasila.

Landasan filosofis merupakan landasan berdasarkan filsafat yang menelaah sesuatu secara radikal, menyeluruh, dan konseptual yang menghasilkan konsepsi-konsepsi mengenai kehidupan dan dunia.

Pengertian Landasan Filosofis Pendidikan

Ilustrasi pengertian landasan filosofis pendidikan. Sumber: Unsplash/Syahrul Alamsyah Wahid

Landasan merupakan alas, dasar, atau tumpuan. Sedangkan filosofis terbentuk dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu philo yang artinya “cinta” dan sophia yang artinya “kebijaksanaan”. Dengan demikian, filosofis diartikan sebagai cinta kebijaksanaan.

Filosofis pendidikan merupakan hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai akar-akarnya mengenai pendidikan. Landasan ini membentuk suatu sistem gagasan tentang pendidikan yang dijabarkan dari suatu sistem filsafat umum.

Dikutip dalam buku Landasan Pendidikan, Dr. Pupu Saeful Rahmat, M.Pd (2022:60), filososfi pendidikan ialah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai akar-akarnya mengenai Pendidikan. Landasan filosofis pendidikan adalah seperangkat filosofi yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan.

Contoh Landasan Filosofis Pendidikan di Indonesia

Ilustrasi contoh landasan filososfis pendidikan di Indonesia. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun

Terdapat 4 contoh landasan filosofis pendidikan di Indonesia, yaitu idealisme, realisme, pragmatisme, dan Pancasila. Adapun penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Landasan Filosofis Pancasila

Bangsa Indonesia memiliki filsafat umum atau filsafat negara ialah Pancasila sebagai falsafah negara. Pasal 2 UU-RI No. 2 tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Filosofis pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri berikut.

  1. Integral: Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila adalah kemanusiaan yang integral, yakni mengakui manusia seutuhnya.

  2. Etis: Pancasila Merupakan Kualifikasi etis. Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia, ini berarti menjunjung tinggi kebebasan, namun tidak dari segalanya seperti liberalisme.

  3. Religius: Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia, maka pandangan kemanusiaan Pancasila adalah faham kemanusiaan religius.

2. Landasan Filosofis Idealisme

Landasan filosofis idealisme merupakan gagasan dari Plato. Idealisme merupakan aliran filosofis yang berpendapat bahwa objek pengetahuan yang sebenarnya adalah ide. Idealisme mengatakan bahwa realitas terdiri dari ide-ide, pikiran-pikiran, akal atau jiwa.

Konsep umum filosofis idealisme, yakni

  1. Metafisika-Idealisme, di mana para filosof idealisme mengklaim bahwa realitas pada hakikatnya bersifat spiritual.

  2. Manusia adalah mahluk spiritual, mahluk berfikir, memiliki tujuan hidup dan hidup di dunia dengan suatu aturan dan moral yang jelas.

  3. Epestimolog-Idealismei, yakni pengetahuan diperoleh dengan cara mengingat kembali atau berfikir melalui intuisi.

  4. Aksiologi-Idealisme, di mana manusia diperintah oleh nilai moral yang imperatif yang bersumber dari realitas yang absolut.

3. Landasan Filosofis Realisme

Landasan filosofis realisme merupakan pemikiran murid Plato yang bernama Aristoteles. Realisme adalah aliran filosofis yang memandang bahwa dunia materi diluar kesadaran ada sebagai suatu yang nyata dan penting untuk dikenal.

Konsep umum filosofis realisme, yakni

  1. Metafisika-Realisme: Kenyataan yang sebenarnya hanyalah kenyataan fisik (materialisme).

  2. Manusia: Hakikat manusia terletak pada apa yang dikerjakan. Jiwa merupakan organisme kompleks yang mempunyai kemampuan berfikir.

  3. Epistemologi-Realisme: Pengetahuan diperoleh manusia melalui pengalaman diri dan menggunakan akal. Pengetahuan dapat diperoleh melaui penginderaan. Kebenaran pengetahuan dapat dibuktikan dengan memeriksa kesesuaiannya dengan fakta.

  4. Aksiologi-Realisme: Tingkah laku manusia diatur oleh hukum-hukum alam yang diperoleh melalui ilmu, dan pada taraf yang lebih rendah diatur oleh kebiasaan-kebiasaan atau adat-istiadat yang telah teruji dalam kehidupan.

4. Landasan Filosofis Pragmatisme

Landasan filosofis pragmatisme berpandangan bahwa kreteria kebenaran sesuatu ialah apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata.

Aliran ini bersedia menerima segala sesuatu, pengalaman-pengalaman pribadi, kebenaran mistis bisa diterima sebagai kebenaran, dan dasar tindakan asalkan membawa akibat yang prakits yang bermanfaat.

Dengan demikian, patokan pragmatisme adalah manfaat bagi hidup praktis. Konsep umum filosofis pragmatisme, yakni

  1. Metafisika-Pragmatisme: Hakikat realitas suatu teori umum tentang kenyataan tidaklah mungkin dan tidak diperlukan. Menurut aliran ini hakikat realitas adalah segala sesuatu yang dialami manusia, bersifat prural, dan terus menerus berubah.

  2. Manusia adalah hasil evolusi biologis, psikologis, dan sosial. Manusia yang ideal adalah manusia yang mampu memecahkan masalah baru baik dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat.

  3. Epestimologi- Pragmatisme: Pengetahuan yang benar diperoleh melalui pengalaman dan berfikir.Pengetahuan adalah relatif, pengetahuan dikatakan bermakna apabila dapat diaplikasikan,

  4. Aksiologi-Pragmatisme: Nilai tidak bersifat esklusif, tidak berdiri sendiri, melainkan ada dalam suatu proses yaitu tindakan atau perbuatan manusia.

Baca juga: 2 Contoh Landasan Teori beserta Pengertian dan Cara Membuatnya

Itu tadi contoh landasan filosofis Pendidikan di Indonesia. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)