Konten dari Pengguna

4 Contoh Memetakan Kebutuhan Belajar berdasarkan Profil Belajar Murid

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Mengidentifikasi atau Memetakan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Profil Belajar Murid. Sumber: Unsplash/HusniatiSalma
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Mengidentifikasi atau Memetakan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Profil Belajar Murid. Sumber: Unsplash/HusniatiSalma

Memetakan profil belajar bertujuan untuk memastikan peserta didik mendapatkan pengalaman belajar terbaik Oleh karena itu, penting untuk mengetahui contoh mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar berdasarkan profil belajar murid.

Dengan memahami karakteristik murid, guru dapat merancang strategi pengajaran yang efektif. Melalui pemetaan ini, pendidik dapat menyediakan sumber daya dan metode belajar yang mendukung keberhasilan akademik peserta didik.

Contoh Mengidentifikasi atau Memetakan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Profil Belajar Murid

Ilustrasi Contoh Mengidentifikasi atau Memetakan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Profil Belajar Murid. Sumber: Unsplash/CDC

Contoh mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar berdasarkan profil belajar murid dapat dilakukan melalui pengamatan gaya belajar, preferensi pembelajaran, dan kebutuhan belajar siswa.

Menurut buku Pembelajaran Berdiferensiasi, Implementasi, dan Praktik Baik pada Mapel IPS Kelas VII Kurikulum Merdeka karya Wulan Dwi Aryani (2023), profil belajar murid mengacu pada cara belajar terbaik bagi masing-masing peserta didik.

Tujuan utama mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa adalah untuk memberikan kesempatan belajar yang alami dan efisien. Kesadaran akan hal ini sangat penting bagi pendidik agar dapat memvariasikan metode dan pendekatan pengajaran dengan tepat.

Profil belajar murid dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Preferensi Lingkungan Belajar

Preferensi ini berkaitan dengan suhu ruangan, tingkat kebisingan, intensitas cahaya, dan struktur lingkungan belajar. Sebagai contoh, mungkin ada siswa yang kesulitan belajar dalam ruangan yang terlalu dingin, bising, terang, dan lain-lain.

2. Pengaruh Faktor Budaya

Hal ini mencakup tingkat pendekatan belajar (santai atau terstruktur), kemampuan untuk berkomunikasi (ekspresif atau pasif), serta terhadap interaksi personal atau impersonal.

3. Preferensi Gaya Belajar

Gaya belajar merujuk pada cara siswa dalam memilih, memperoleh, memproses, dan mengingat informasi baru. Umumnya, terdapat tiga gaya belajar utama:

  • Visual: belajar melalui pengamatan. Misalnya, menggunakan gambar, diagram, presentasi visual, dan sejenisnya.

  • Auditori: belajar melalui pendengaran. Contohnya, mendengarkan penjelasan, membaca dengan keras, atau berpartisipasi dalam diskusi.

  • Kinestetik: belajar melalui tindakan fisik, seperti bergerak, beraktivitas langsung, dan sebagainya.

4. Preferensi Teori Kecerdasan Majemuk

Teori ini menjelaskan bahwa manusia memiliki beragam kecerdasan yang mencakup aspek visual-spasial, musikal, bodily-kinestetik, interpersonal, intrapersonal, verbal-linguistik, naturalis, serta logika-matematika.

Contoh mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar berdasarkan profil belajar murid sangat penting dalam dunia pendidikan. Menyesuaikan metode pengajaran dengan profil belajar murid tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan. (ALF)

Baca juga: Apa Kaitan Karakteristik Peserta Didik dengan Kesesuaian Pembelajaran?