4 Contoh Penerapan Teori Belajar Bruner

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hingga saat ini ada berbagai macam teori belajar yang telah dikenal dan dipraktikkan. Jika dalam kegiatan belajar mengajar, guru mendukung siswanya untuk menemukan jawaban atas suatu persoalan. Hal itu adalah contoh penerapan teori belajar Bruner.
Teori belajar Bruner disebut juga teori belajar penemuan. Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli psikologi dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, yang memiliki nama lengkap Jerome S Bruner.
Mengenal Teori Belajar Bruner
Bruner adalah seorang tokoh yang telah mempelopori aliran psikologi kognitif, di mana titik berat pendidikan adalah pada pengembangan cara berpikir.
Menurut Bruner, proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang dijumpai dalam kehidupan.
Dalam buku Teori Belajar & Pembelajaran, Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., (2016: 26) disebutkan bahwa ada tiga tahapan perkembangan kognitif menurut teori belajar Bruner, yaitu:
1. Tahap Enaktif
Tahap enaktif yaitu tahap dimana seseorang melakukan aktivitas sebagai upaya memahami lingkungan sekitarnya, dengan melibatkan pengetahuan motorik. Misalnya, anak belajar mengenali tekstur benda melalui sentuhan atau rabaan, dan lain sebagainya.
2. Tahap Ikonik
Tahap ikonik yaitu tahap dimana seseorang mempelajari dunia sekitarnya melalui media gambar-gambar dan visualisasi verbal. Dalam tahap ini, anak belajar mengenal sesuatu melalui bentuk perumpamaan dan perbandingan.
3. Tahap Simbolik
Tahap simbolik yaitu tahap dimana seseorang telah mampu memiliki ide-ide abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan berlogika. Pada tahap ini, anak sudah dapat berkomunikasi melalui simbol, seperti simbol-simbol bahasa, logika, numerik, dan simbol lainnya.
Contoh Penerapan Teori Belajar Bruner
Dalam teori belajar Bruner, siswalah yang harus bertindak aktif dan guru hendaknya memberikan stimulasi kepada siswa untuk menemukan solusi dari masalah yang mereka hadapi.
Contoh penerapan teori belajar Bruner, di antaranya:
Guru membawa gambar seloyang pizza, lengkap dengan garis yang membagi pizza tersebut. Jika pizza dibagi menjadi enam bagian sama besar, maka sepotong pizza bernilai 1/6.
Guru menstimulasi muridnya untuk menghitung berapa pizza yang tersisa jika dua potong pizza telah dimakan. Anak-anak pun dapat mempelajari simbol baru, bahwa pembagian dapat ditulis dengan per (/).
Tidak semua anak pernah berkunjung ke kebun binatang. Lalu, bagaimana anak-anak mengenal macam-macam binatang?
Anak-anak bisa mengenal beraneka macam binatang dari gambar yang ada. Misalnya, untuk mengenal gajah, guru memvisualisasikan bentuk gajah yang besar dengan telinga yang lebar dan belalai yang panjang.
Untuk mengukur meja, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, dengan menggunakan jengkal tangan ataupun alat ukur seperti penggaris.
Contoh penerapan teori belajar Bruner, guru membimbing siswa untuk praktik mengukur panjang dan lebar mejanya sendiri, juga benda-benda yang ada di sekitarnya.
Anak belajar mengetahui tekstur halus dan kasar dengan menyentuh atau meraba suatu benda. Anak belajar membedakan rasa dengan mencecapnya. Pengalaman inilah yang menjadi pengetahuan baru baginya.
Baca juga: 3 Contoh Penerapan Teori Behavioristik di Kelas
Demikianlah penjelasan dan contoh penerapan teori belajar Bruner. Teori ini memberikan pandangan mengenai perkembangan kognitif manusia, yaitu bagaimana manusia belajar atau memperoleh pengetahuan, dan mentransformasi pengetahuan. (ARN)
