Konten dari Pengguna

4 Contoh Penerapan Teori Kognitif oleh Pendidik dalam Penentuan Jurusan Anak SMA

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Penerapan Teori Kognitif oleh Pendidik dalam Penentuan Jurusan Anak Ketika di Sekolah Menengah Atas. Sumber: Pixabay/steveriot1
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Penerapan Teori Kognitif oleh Pendidik dalam Penentuan Jurusan Anak Ketika di Sekolah Menengah Atas. Sumber: Pixabay/steveriot1

Terdapat sejumlah contoh penerapan teori kognitif oleh pendidik dalam penentuan jurusan anak SMA yang dapat dilakukan guru. Hal ini berkaitan dengan proses membimbing yang dilakukan guru terhadap siswa.

Teori kognitif sendiri merupakan salah satu teori pendidikan. Teori ini membahas mengenai pentingnya pikiran manusia dalam proses belajar individu.

Mengenal Teori Kognitif

Ilustrasi Contoh Penerapan Teori Kognitif oleh Pendidik dalam Penentuan Jurusan Anak Ketika di Sekolah Menengah Atas. Sumber: Pixabay/14995841

Teori kognitif adalah sebuah teori yang umumnya dikaitkan dengan proses belajar. Hal ini karena kata kognisi diartikan sebagai kemampuan psikis atau mental manusia yang berupa mengamati, melihat, menyangka, memperhatikan, menduga, dan menilai.

Dikutip dari buku Psikologi Pendidikan, Zulqarnain, dkk. (2021:64), teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar itu sendiri.

Belajar tidak hanya sekadar melibatkan hubungan antara stimulus dan respons, tetapi juga melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Hal ini karena belajar berkaitan erat dengan perubahan dan pemahaman.

Zulqarnain, dkk. (2021-66-67) dalam bukunya menjelaskan sejumlah prinsip umum teori kognitif, di antaranya:

  1. Aktivitas belajar merupakan perubahan pada sistem mental individu (perilaku).

  2. Belajar merupakan aktivitas untuk menguasai materi dari catatan.

  3. Langkah-langkah dalam belajar lebih esensial dari pada hasil.

  4. Sudut pandang adalah perangkat yang paling berperan dalam tindakan seseorang.

  5. Materi pembelajaran yang dikategorikan menjadi bentuk yang lebih kecil dan dipisahkan akan menghilangkan esensi pengetahuan.

  6. Belajar merupakan aktivitas privat yang meliputi mengumpulkan data, menghafal, memahami data, dan faktor mental lainnya.

  7. Kegiatan belajar adalah rangkaian berpikir dengan kompleks.

  8. Dalam rangkaian belajar, sebaiknya tersusun berdasarkan urutan yang paling simpel hingga paling rumit.

  9. Hal paling esensial dalam pembelajaran adalah pada keaktifan siswa.

  10. Variasi latar belakang siswa harus dipahami karena akan sangat menentukan dalam langkah selanjutnya.

Contoh Penerapan Teori Kognitif oleh Pendidik dalam Penentuan Jurusan Anak SMA

Ilustrasi Contoh Penerapan Teori Kognitif oleh Pendidik dalam Penentuan Jurusan Anak Ketika di Sekolah Menengah Atas. Sumber: Pixabay/sasint

Berdasarkan pengertian dan prinsip umumnya, teori kognitif dapat diterapkan ke dalam berbagai kondisi saat kegiatan belajar mengajar, salah satunya saat penentuan jurusan anak SMA.

Oleh karena itu, berikut contoh penerapan teori kognitif oleh pendidik dalam penentuan jurusan anak ketika di Sekolah Menengah Atas yang dapat diterapkan.

  1. Memberikan waktu khusus untuk konseling terkait jurusan yang siswa inginkan.

  2. Guru memberikan pengajaran khusus tentang berbagai pilihan jurusan di SMA dan melibatkan siswa untuk berdiskusi atau bertanya.

  3. Guru menggunakan pendekatan berbasis masalah atau kekhawatiran siswa terhadap jurusan yang ingin diambil, untuk diajak mencari solusi atas masalah atau kekhawatiran tersebut.

  4. Memberikan tantangan kepada siswa untuk menulis kelebihan dan kekurangan masing-masing jurusan menurut siswa.

Demikian penjelasan mengenai contoh penerapan teori kognitif oleh pendidik dalam penentuan jurusan anak ketika di Sekolah Menengah Atas. Semoga contoh penerapan di atas dapat membimbing siswa dalam menentukan jurusan sesuai dengan kemampuannya. (YAS)

Baca juga: 4 Contoh Penerapan Teori Belajar Bruner