Konten dari Pengguna

4 Contoh Produk Sampingan beserta Cara Menghitungnya dalam Akuntansi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

contoh produk sampingan. Sumber: pexels.com/Suzy Hazelwood
zoom-in-whitePerbesar
contoh produk sampingan. Sumber: pexels.com/Suzy Hazelwood

Dalam Akuntansi, tidak hanya dikenal istilah produk utama, melainkan juga produk sampingan. Ada banyak contoh produk sampingan yang terbuat dari bahan sisa dan didapatkan secara tidak sengaja dari produk utama.

Ciri-ciri produk sampingan adalah memiliki nilai jual yang lebih rendah dibandingkan dengan produk utama. Pemilik bisnis juga perlu menghitung dan mencatat nilai produk sampingan agar laporan keuangan semakin jelas.

Cara Menghitung Produk Sampingan

contoh produk sampingan. Sumber: pexels.com/Tran Le Tuan

Papan kayu dengan kayu lapis disebut sebagai contoh produk utama, apabila perusahaan bisa menghasilkan produk lain dari produk utama maka disebut produk sampingan.

Mengutip dari buku Manajemen Biaya Penekanan Strategis, Edward J. Blocher dkk, (2005:106), produk sampingan adalah produk yang memiliki harga lebih murah daripada produk utama. Adapun untuk menghitung produk sampingan bisa menggunakan dua cara.

Cara pertama adalah dengan pendekatan pendapatan dan cara kedua dengan pendekatan pengakuan aktiva. Pendekatan pendapatan tidak akan membebankan nilai ke produk sampingan tetapi mencatat pendapatan hasil penjualan produk sampingan tersebut.

Adapun pendekatan pengakuan aktiva adalah mengakui produk sampingan yang dihasilkan dan mencatatnya pada nilai bersih. Kedua cara di atas masing-masing memiliki dua metode alternatif, berikut penjelasan selengkapnya.

1. Metode Pengakuan Aktiva

Metode alternatif dari pengakuan aktiva adalah metode pendapatan lain-lain pada titik produksi. Metode ini menunjukkan nilai bersih dari produk sampingan dalam laporan laba rugi sebagai pendapatan lainnya.

Metode berikutnya adalah nilai bersih yang dapat direalisasikan. Metode ini menunjukkan berapa nilai bersih yang dapat direalisasikan dari produk sampingan pada neraca sebagai pengurang total biaya produksi. Metode ini dilakukan saat produk sampingan diproduksi.

2. Metode Pendekatan Pendapatan

Terdapat metode pengurang biaya produksi pada titik penjualan, yaitu mencantumkan hasil penjualan bersih produk sampingan selama periode tertentu. Hasilnya dianggap sebagai pengurang total biaya produksi. Metode ini tercantum dalam laporan laba rugi.

Ada juga metode pendapatan lain-lain pada titik penjualan. Metode tersebut adalah menunjukkan penjualan bersih terhadap produk sampingan pada waktu tertentu sebagai pos pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi.

Contoh Produk Sampingan

contoh produk sampingan. Sumber: pexels.com/Maria Orlova

Agar lebih jelas memahami produk sampingan, di bawah ini ada beberapa contoh produk sampingan dalam Akuntansi.

  1. Dalam proses penggilingan padi, terdapat produk sampingan, seperti dedak, bekatul, menir yang bisa dijual terpisah dari beras.

  2. Serbuk gergaji dan kayu bakar yang didapatkan dari hasil penggergajian kayu juga termasuk produk sampingan.

  3. Penyulingan minyak bumi yang menghasilkan sisa dalam bentuk aspal adalah produk sampingan.

  4. Perusahaan yang membuang limbah dalam kegiatan produksi ternyata sisa-sisa limbah memiliki fungsi sebagai pupuk.

Baca Juga: 3 Contoh Produk Bersama dalam Akuntansi Biaya

Contoh produk sampingan yang dihasilkan dari sisa produksi produk utama bisa dijual dengan harga yang lebih rendah. Pebisnis yang menjual produk sampingan perlu mencatatnya ke laporan agar data keuangan semakin jelas. (GTA)