Konten dari Pengguna

4 Contoh Senyawa Karbon Organik dan Anorganik beserta Perbedaannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Senyawa Karbon. Sumber: Pixabay/PhotoMIX-Company
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Senyawa Karbon. Sumber: Pixabay/PhotoMIX-Company

Contoh senyawa karbon organik dan anorganik merupakan salah satu materi yang dipelajari dalam ilmu kimia. Seperti namanya, materi ini berkaitan erat dengan senyawa karbon.

Senyawa karbon sendiri merupakan jenis senyawa kimia yang komponen utamanya tersusun atas atom karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, dan unsur organik lainnya. Karbon adalah komponen paling besar dalam senyawa ini.

4 Contoh Senyawa Karbon Organik dan Anorganik

Ilustrasi Contoh Senyawa Karbon. Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures

Senyawa karbon terdiri atas dua jenis, yaitu senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik.

Senyawa karbon organik adalah senyawa dengan atom karbonnya terikat pada atom hidrogen. Sebaliknya, senyawa karbon anorganik memiliki atom karbon yang tidak membentuk ikatan langsung dengan hidrogen.

Senyawa karbon organik biasanya banyak ditemukan di alam serta makhluk hidup. Sedangkan senyawa karbon anorganik lebih banyak ditemukan dari mineral dan bijih di alam.

Agar lebih paham, berikut masing-masing 4 contoh senyawa karbon organik dan anorganik beserta uraian komponennya, sebagaimana dikutip dari buku Cerdas Belajar Kimia, Nana Sutresna (2007:195).

1. Contoh Senyawa Karbon Organik

  1. Karbohidrat, mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.

  2. Lemak, mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.

  3. Protein, mengandung unsur karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan ada juga yang mengandung sulfur.

  4. Minyak bumi, mengandung unsur karbon dan hidrogen.

2. Contoh Senyawa Karbon Anorganik

  1. Oksida karbon, mengandung karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2).

  2. Batu kapur, mengandung kalsium karbonat (CaCO3).

  3. Batu karbid, mengandung kalsium karbida (CaC2).

  4. Soda kue, mengandung natrium bikarbonat (NaHCO3).

Baca juga: Bagaimana Sifat dari Senyawa Organik? Ini Penjelasannya

Perbedaan Senyawa Karbon Organik dan Anorganik

Ilustrasi Contoh Senyawa Karbon. Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures

Terdapat sejumlah hal yang membedakan senyawa karbon organik dengan senyawa karbon anorganik Nana Sutresna (2007:195) menjelaskan perbedaannya sebagai berikut.

  1. Senyawa karbon organik jika dibakar akan menghasilkan arang dan gas CO2+. Sedangkan jika senyawa karbon anorganik dibakar tidak akan menghasilkan arang dan gas CO2+.

  2. Hampir semua senyawa karbon organik memiliki ikatan kovalen. Sedangkan senyawa karbon anorganik ada yang memiliki ikatan kovalen dan ada juga yang memiliki ikatan ion.

  3. Senyawa karbon organik tidak stabil terhadap pemanasan. Sebaliknya, senyawa karbon anorganik tahan terhadap pemanasan.

  4. Umumnya senyawa karbon organik memiliki massa molekul relatif yang cukup besar dengan kisaran puluhan sampai ratusan ribu. Sedangkan senyawa karbon anorganik biasanya memiliki massa molekul relatif yang lebih kecil.

  5. Jenis senyawa karbon organik sangat banyak. Beda halnya dengan senyawa karbon anorganik yang jenisnya hanya sedikit.

Semoga penjelasan mengenai 4 contoh senyawa karbon organik dan anorganik beserta perbedaannya, menambah wawasan seputar senyawa karbon dan semakin memahami perbedaan kedua jenisnya. (YAS)