Konten dari Pengguna

4 Contoh Tembang Megatruh Bahasa Jawa dan Artinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh tembang megatruh. Sumber: unsplash.com/AgtoNugroho.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh tembang megatruh. Sumber: unsplash.com/AgtoNugroho.

Contoh tembang megatruh menggambarkan seseorang yang pamit, mengundurkan diri dari kehidupan. Kadang dalam tembang megatruh terselip petuah untuk tidak menyia-nyiakan hidup. Jika sudah di akhir hidup, tidak ada lagi kesempatan memperbaiki apa-apa.

Tembang megatruh menimbulkan rasa terenyuh bagi yang mendengarkan. Orang Jawa zaman dahulu menggunakan tembang ini untuk merenung atau kontemplasi.

Contoh Tembang Megatruh

Ilustrasi contoh tembang megatruh. Sumber: unsplash.com/FarhanAbas.

Megatruh adalah bagian dari macapat, semacam musikalisasi puisi tradisional yang terdiri dari 11 tembang tentang perjalanan hidup manusia. Megatruh merupakan tembang ke 10 yang berarti sudah sangat dekat dengan akhir kehidupan.

Dikutip dari Piwulang Basa Jawi, Heru Subrata (2022:114), megatruh berasal dari kata megat dan roh, artinya roh yang putus atau keluar dari tubuh.

Berikut adalah contoh tembang megatruh dalam bahasa Jawa dan artinya dalam bahasa Indonesia.

  1. Kabeh iku mung manungsa kang pinujul

    Marga duwe lahir batin

    Jroning urip iku mau

    Isi ati klawan budi

    Iku pirantine ewong.

    Semua itu hanyalah manusia biasa

    Karena ia memiliki lahir dan batin

    Itulah hidup

    Isilah hatimu dengan kebijaksanaan

    Itu adalah perangkat manusia.

  2. Pra winasis wus akeng ingkang amuwus

    Wawasan wus ing dumadi

    Dalaning tuduh rahayu

    Parandene tanpa dadi

    Tetuladhan kang linakon.

    Sudah lama sekali sejak saya selesai

    Visinya sudah ada

    Jalannya diberkati

    Melakukan tanpa menjadi apa-apa

    Contoh dari apa yang dia lakukan.

  3. Sigra milir sang gethek sinagga bajul

    Kawan dasa kang njageni

    Ing ngarsa miwah ing pungkur

    Tanapi ing kanan kering

    Sang gethek lampahnya alon.

    Segeralah mengalir wahai rakit yang didorong buaya

    Empat puluh (buaya) menjaganya

    Di depan maupun di belakang

    Tak lupa di sebelah kanan dan kirinya

    Rakit pun melambat.

  4. Mangkanyata wicarane sepet madu

    Sesadone adu manis

    Memanis yen gumuyu

    Ayu rahayu ning dhiri

    Widagda nganggit lelakon

    Tampak nyata ketika berbicara semanis madu

    Semanis ketika bercanda dengan orang lain

    Apalagi jika tertawa

    Kepribadian yang cantik

    Pintar ketika bertingkah laku.

Baca juga: 10 Contoh Parikan Bahasa Jawa beserta Artinya

Itulah contoh tembang megatruh yang merupakan pengingat bahwa akhirnya manusia akan menemui ujung dari perjalanan hidupnya. Tembang itu juga mengingatkan agar manusia selalu berbuat baik demi akhir hidup yang tenang. (lus)